Tampilan Data Perkembangan Pasien Covid-19 Kabupaten Malang, Kamis (28/5/2020). (Foto: twitter @kominfokabmlg)
Tampilan Data Perkembangan Pasien Covid-19 Kabupaten Malang, Kamis (28/5/2020). (Foto: twitter @kominfokabmlg)

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya bakal berakhir dalam dua hari, yakni pada Sabtu (30/5/2020) mendatang.

Sayangnya, masih ada pertambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Polisi Aktif Sosialisasikan Prosedur BPNT, Ingatkan Potensi Pelanggaran Hukum

Untuk laporan data per hari ini Kamis (28/5/2020) pukul 16.48 WIB yang diakses melalui website resmi Pemerintah Kabupaten Malang, terdapat tambahan 2 pasien positif Covid-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Malang Aniswaty Aziz yang juga selaku Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang menuturkan bahwa penambahan 2 (dua) pasien Covid-19 terjadi akibat transmisi lokal.

"Ada penambahan pasien positif Covid-19 dari Singosari satu (pasien) dan Lawang satu. Semuanya transmisi lokal dan dari keluarga dekatnya," tuturnya kepada MalangTIMES, Kamis (28/5/2020).

Kedua pasien yang baru terdeteksi saat pelaksanaan PSBB Malang Raya tersebut pengamatan awal karena tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Sebenarnya semua rapid test sebelum PSBB, tetapi karena jeda proses di Kemenkes yang nunggu antrian, maka keluarnya hasil di saat PSBB," jelas Aniswaty.

Aniswaty juga tidak menampik bahwa untuk penambahan dua kasus pasien positif Covid-19 terbaru, terdeteksi saat proses pelaksanaan PSBB Malang Raya. 

Dalam pelaksanaan PSBB Malang Raya, Kabupaten Malang mencatatkan terdapat total empat pasien yang terinfeksi Covid-19 yang semuanya berasal dari transmisi lokal.

Ditambah lagi terdapat tambahan pasien yang berhasil sembuh untuk hari ini (28/5/2020) berjumlah satu pasien berasal dari Kecamatan Pakisaji.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang tersaji dalam laman satgascovid19.malangkab.go.id pada hari Kamis (28/5/2020) pukul 16.48 WIB, jumlah ODR (Orang Dalam Resiko) sebanyak 1.743 orang.

Sementara ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 462 orang, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sebanyak 286 pasien.

Untuk pasien terkonfirmasi positif total berjumlah 74 pasien dengan rincian 8 orang dirawat, 25 isolasi mandiri di rumah, 5 orang berada di gedung observasi, 26 orang berhasil sembuh, serta 10 orang meninggal dunia.

Pertambahan pasien positif Covid-19 ini memang turun signifikan dari hari sebelumnya, yakni ada lonjakan 13 kasus positif Covid-19 pada Jumat (27/5/2020) lalu. 

Baca Juga : Terkuak, Satu Keluarga Lumajang Masuk Malang Lewat Jalur Tikus

Lonjakan 13 pasien positif Covid-19 yang tersebar di 3 kecamatan yakni Singosari 7 pasien, Karangploso 5 pasien dan Lawang 1 pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo menuturkan bahwa untuk penambahan di hari Rabu (27/5/2020) sebanyak 13 pasien positif Covid-19 itu sebagian besar merupakan hasil swab yang dilakukan sebelum penerapan PSBB Malang Raya.

Sementara sisanya, adalah hasil swab saat pelaksanaan PSBB Malang Raya.

"Dari 13 (pasien), kita mendapatkan kabar buruk atau musibah. Setelah dicek data, bahwa dari 13 orang, terdeteksinya 11 pasien sebelum tanggal 17 Mei, 2 orang terdeteksi tanggal 18 Mei," ungkapnya. 

Untuk dua pasien yang terdeteksi pada saat dimulainya pelaksanaan PSBB Malang Raya, Arbani menuturkan bahwa dua pasien tersebut tertular dari pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya.

"Baru dua (pasien) tadi, itu ditemukan tanggal 18 Mei, dan itu OTG dari salah satu pasien konfirm yang di Singosari," ujarnya.

Arbani mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di Kabupaten Malang, bahwa jika seseorang merasakan sakit, harap untuk istirahat untuk memulihkan kesehatan tubuhnya.

"Jangan sampai sakit kita menularkan ke orang lain. Sakit kita itu dari virus, virus itu banyak, bisa virus influenza biasa, virus flu burung, virus Covid, SARS dan lain-lain semuanya menular. Dan itu sama sifatnya, melalui droplet. Virus itu tidak bisa hilang, tinggal ketahanan tubuh kita yang harus ditingkatkan," urainya.

Terkait ketahanan tubuh yang harus ditingkatkan, Arbani menyebutkan bahwa tidak bisa hanya berbadan gemuk lalu dapat terhindar dari virus, tetapi harus tahan terhadap infeksi.

"Caranya bagaimana, banyak konsumsi vitamin, olahraga, caring (berjemur), itu bisa meningkatkan daya tahan tubuh," sebutnya.