26/11/2022 Terkuak, Satu Keluarga Lumajang Masuk Malang Lewat Jalur Tikus | Jatim TIMES

Terkuak, Satu Keluarga Lumajang Masuk Malang Lewat Jalur Tikus

May 28, 2020 14:49
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat berada di Lapangan Satya Haprabu Polres Malang dalam rangka rilis kasus travel gelap saat penerapan PSBB Malang Raya, Jumat (22/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat berada di Lapangan Satya Haprabu Polres Malang dalam rangka rilis kasus travel gelap saat penerapan PSBB Malang Raya, Jumat (22/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

Pewarta: Tubagus Achmad | Editor: Dede Nana

Kasus lolosnya satu keluarga dari Lumajang ke Dampit, Kabupaten Malang, dari pengawasan petugas di check point akhirnya terkuak.

Satu keluarga dari  Desa Nguder, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, yang anak balitanya dinyatakan positif covid-19 itu ternyata masuk Dampit melalui jalur tikus.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. 

Baca Juga : PSBB Malang Raya Cukup Sekali, Persiapkan Masa Transisi 7 Hari Sebelum New Normal 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-1588825458332-0"); }); 

 

"Dia nggak lewat jalur utama Ampelgading, tapi lewat jalur alternatif. Lewat jalur tikus untuk menghindari check point Ampelgading. Mereka lewat jalur setapak, benar-benar jalur tikus," ujarnya saat dikonfirmasi pewarta, Rabu (27/5/2020) kemarin.

Hendri menambahkan, untuk pencegahan atas kejadian yang serupa, pihak aparat Babinsa dan Babhinkamtibmas akan bergerak bersama rekan-rekan Karang Taruna serta pihak pemerintah desa untuk membuat check point di tiga ruas jalur alternatif atau jalan tikus yang berada di wilayah Kecamatan Ampelgading.

"Pertama, Jalan Coban Sewu. Kedua ada di Jalan Depan MTs Al-Azhar, tembusan Pasar Sidorenggo. Ketiga, di Jalan Dukuh Ramean, jalan tembusan Buk Bulus, Sidorenggo," imbuhnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa satu keluarga yakni BD (30) dan DW (24) bersama NA (3) yang merupakan anaknya melakukan perjalanan mudik lebaran ke Desa Majangtengah dan Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang pada hari Minggu (24/5/2020). Posisinya, NA (3) saat itu masih dalam tahap isolasi mandiri di hari kelima yang seharusnya menjalani isolasi mandiri hingga hari ke-14. 

"Jadi di Dampit ini ada satu keluarga dari Pasirian, Lumajang. Ada satu yang ditetapkan sebagai ODP (Orang Dalam Pengawasan). Mereka ngeyel tidak taati aturan yang ada, hingga akhirnya mereka saat hari H ke Dampit, ke Desa Majangtengah. Mereka menginap semalam dan besoknya ditelepon Puskesmas Pasirian, menginfokan anaknya positif (covid-19)," jelas Hendri.

Baca Juga : Kemungkinan PSBB Tidak Diperpanjang, Malang Raya Bakal Terapkan New Normal Life 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-1588825614199-0"); }); 

 

Untuk saat ini, keluarga dari Kabupaten Lumajang tersebut telah pulang dan anaknya yakni NA (3) telah di rawat intensif di Rumah Sakit Daerah Lumajang. Tetapi yang menjadi tugas tambahan untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Malang adalah mendata semua warga yang sebelumnya pernah berinteraksi dengan keluarga tersebut, khususnya ke anak balita tersebut. 

Dari tracing dan pendataan, Hendri menuturkan setidaknya terdapat lebih dari 50 orang yang sebelumnya sempat berinteraksi dengan satu keluarga tersebut di dua desa, yakni Desa Majangtengah dan Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Topik:

Judul berita Terkuak, Satu Keluarga Lumajang Masuk Malang Lewat Jalur Tikus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik

Berita Lainnya