Ilustrasi salah satu makam yang retribusinya dikelola oleh Bapenda Kabupaten Malang (Foto: Ashaq Lupito/ MalangTIMES)
Ilustrasi salah satu makam yang retribusinya dikelola oleh Bapenda Kabupaten Malang (Foto: Ashaq Lupito/ MalangTIMES)

Mewabahnya Covid-19 di Kabupaten Malang, sudah menelan sekian orang korban jiwa. Bahkan, menurut Bupati Malang, HM Sanusi, prosentase kematian akibat Covid-19 di wilayah kepemimpinannya, paling tinggi jika dibandingkan dengan daerah lainnya.

”Angka kenaikan (kasus Covid-19) ini tidak terkendali, dan dari persentase kematian kita (Kabupaten Malang) dihitung 14 persen. Ini angka tertinggi se-Indonesia, tertinggi angka kematiannya,” klaim Bupati Malang.

Baca Juga : Pasien ke-10 Konfirm Covid-19 Kota Batu Pengepul Sayur Antar Kota

Klaim tersebut, terlontar dari mulut Sanusi pada awal bulan Mei 2020 lalu. Tepatnya pada saat membahas persiapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Kabupaten Malang.

Seperti yang sudah diberitakan, Sabtu (9/5/2020) Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengundang tiga kepala daerah yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu untuk membahas soal peluang penerapan PSBB se-Malang Raya.

Dalam agenda yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi tersebut, Gubernur Jatim menginstruksikan agar Malang Raya menerapkan PSBB. Salah satu pertimbangannya karena skoring Malang Raya sudah di angka maksimal yaitu 10.

Selain itu, persentase kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Malang menunjukkan rasio 14 persen. Hal ini membuat wilayah pemerintahan yang dipimpin oleh HM Sanusi ini, mencatatkan angka persentase kematian tertinggi di Indonesia.

Atas dasar pertimbangan itulah, Malang Raya akhirnya diputuskan untuk menerapkan PSBB selama 14 hari dan dimulai pada Minggu (17/5/2020). ”Rasio itu menurut tim Provinsi Jawa Timur, Malang Raya harus menerapkan PSBB,” ungkap Sanusi.

Terpisah, Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Dr Purnadi, menuturkan jika tingginya persentase kematian akibat Covid-19 itulah, yang menyebabkan retribusi pemakaman di Kabupaten Malang meningkat 10 kali lipat.

”Hingga akhir bulan April 2020, pendapatan retribusi pemakaman memperoleh Rp 27,3 juta,” terang mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, perolehan retribusi pemakaman saat pandemi Covid-19 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pasalnya pada bulan Maret, atau sebelum pandemi Covid-19 masif di Kabupaten Malang. Retribusi pemakaman hanya menghasilkan Rp 2,4 juta. ”Ini aneh, peningkatan pendapaan retribusi pemakaman  kemungkinan karena Covid-19,” celetuk Dr Purnadi.

Baca Juga : Dinar Candy: Jual Perawan Untuk Bantu Pejuang Covid-19? Bau Anyir

Sekedar diketahui, target retribusi pemakaman di tahun 2020 ini, dipatok memperoleh Rp 450 juta. Akibat masifnya wabah Covid-19, membuat target tersebut sudah terpenuhi 29 persen pada bulan April 2020 lalu.

”Dari catatan terbaru, pada 30 April 2020 pendapatan retribusi pemakaman memperoleh penghasilan mencapai kisaran Rp 130 juta,” ujar Dr Purnadi saat ditemui media online ini.

Sebagai informasi, hingga hari ini (22/5/2020) sore, jumlah ODR di Kabupaten Malang tercatat 1.416, ODP 447, dan PDP 268 orang.

Sedangkan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Malang tercatat ada 56 kasus. Dari jumlah tersebut, 22 diantaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan 10 orang lainnya meninggal dunia.