Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat saat menunjukkan denah pembangunan Alun-alun Kepanjen
Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat saat menunjukkan denah pembangunan Alun-alun Kepanjen

Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sosial ekonomi saja. 

Namun, beberapa proyek pembangunan yang ada dibawah naungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK), juga terpaksa ditunda lantaran adanya pandemi ini.

"Ada banyak proyek pembangunan yang tertunda, proyek terbesar yang kami tangani namun terpaksa ditunda ada 5. Yaitu pembangunan mall perizinan, Alun-Alun Kepanjen, Kepanjen Convention Center (KCC), area stadion sepatu roda, dan Pasar Sumedang,” keluh Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat.

Baca Juga : 53 Desa di Kabupaten Malang Belum Musyawarah Desa Khusus, Sebabkan BLT-DD Tersendat

Kepada media online ini, pejabat pemerintahan yang akrab disapa Wahyu itu, mengaku penundaan mega proyek tersebut dikarenakan adanya kebijakan rasionalisasi untuk menanggulangi Covid-19.

”Total ada Rp 60 miliar anggaran yang dialokasikan untuk menangani Covid-19,” ucap Wahyu saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu.

Dari anggaran yang mencapai puluhan miliar tersebut, mall perizinan menjadi sektor mega proyek yang menyumbang dana rasionalisasi tertinggi. 

”Untuk mall perizinan, anggaran yang terpotong untuk menangani Covid-19 mencapai Rp 10 miliar,” jelas Wahyu.

Bergeser ke 4 mega proyek lainnya, lanjut Wahyu, jika di total menyumbang dana rasionalisasi mencapai nominal lebih dari Rp 9 miliar.

Rinciannya, pembangunan alun-alun Rp 5 miliar, KCC Rp 1,5 miliar, arena stadion sepatu roda Rp 1,5 miliar, dan Pasar Sumedang Rp 1,1 miliar. 

Baca Juga : Empat Bulan, Retribusi Daerah Raup Penghasilan Rp 8,6 Miliar

”Dari 5 proyek tersebut, total terkumpul sekitar Rp 19,1 miliar,” ucap Wahyu.

Sedangkan sisanya, lanjut Wahyu, berasal dari proyek pembangunan dalam skala kecil. 

Misalnya renovasi kantor kecamatan, akses jalan, saluran air bersih, hingga pengadaan pembangunan jamban.