Salah satu pengunjung saat menjalani rapid tes di pusat perbelanjaan (Joko Pramono/ JatimTIMES)
Salah satu pengunjung saat menjalani rapid tes di pusat perbelanjaan (Joko Pramono/ JatimTIMES)

Sejumlah karyawan dan pengunjung pusat perbelanjaan di Tulungagung reaktif rapid test. Hal itu diketahui saat dilakukan rapid test secara random (acak) yang dilakukan di sejumlah swalayan, mall, supermarket dan pasar tradisional di Kabupaten Tulungagung,

Rapid test dilakukan di Apollo Supermall yang dilakukan di Jalan Diponegoro, Golden Swalayan di Jalan Ahmad Yani Timur dan di Bravo Supermarket di Jalan Mayor Sujadi Timur. Ada sekitar 290 orang yang di-rapid test. Dari jumlah itu 4 orang dinyatakan reaktif.

Baca Juga : Tanpa Gejala, Pria Asal Jombang Positif Covid-19 Punya Riwayat Kerja di Surabaya

4 orang itu terdiri dari 2 karyawan dan 2 pengunjung.

di Apollo Supermall, ditemukan 3 orang reaktif rapid test, 2 dari karyawan dan 1 dari pengunjung. Di tempat ini ada 75 orang yang di-rapid, termasuk pengunjung, karyawan dan ojek online.

Sedang di Golden Swalayan di Jalan A.Yani Timur 1 orang pengunjung reaktif rapid test.

Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro, Rabu (20/5/20) menjelaskan 3 orang reaktif itu langsung dikarantina di Rusunawa IAIN Tulungagung, sedang 1 orang pengunjung akan diambil oleh Pemkab Trenggalek karena merupakan warga dari Trenggalek.

"Hari ini langsung kita karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung," ujarnya, Rabu Sore.

Sedangkan satu orang reaktif di Golden Swalayan merupakan ASN di lingkup Pemkab Tulungagung. Saat di-rapid test, ASN berjenis kelamin perempuan ini memakai seragam hitam putih saat di-rapid test.

"Diduga ASN," katanya singkat.

Untuk Bravo Supermarket di Jalan Mayor Sujadi yang sempat diisukan ada karyawan yang positif Covid-19 dan pasar Ngemplak, hasilnya tidak ditemukan reaktif rapid test.

"Untuk 2 tempat hasilnya tidak ada (nihil reaktif rapid test)," terang Galih.

Saat disinggung rekomendasi dari Gugus Tugas dengan temuan reaktif rapid test di mall dan swalayan, Galih menjelaskan akan mewajibkan pusat perbelanjaan untuk menerapkan protokol kesehatan, termasuk membatasi jumlah pengunjung pusat perbelanjaan.

"Misal toko mampu menampung 200 orang ya jangan diisi 200 orang, maksimal separuh saja," terang Galih.

Untuk pembatasan pengunjung, pihak manajemen pusat perbelanjaan diminta untuk menyediakan petugas yang menghitung masuknya pengunjung di pintu masuk pusat perbelanjaan.

Baca Juga : Hasil Rapid Test Ulang Dua Karyawan Golden Swalayan Dinyatakan Non Reaktif

"Akan kita lakukan pembinaan, akan kita beri tahu," kata Galih.

Sementara itu Iwan, pemilik Apollo Supermall mengaku sudah menerapkan protokol kesehatan di pusat perbelanjaannya.

Namun dengan adanya 2 karyawannya yang reaktif, Iwan berencana akan melakukan tes masal pada seluruh karyawanya.

"Nanti bertahap kita liburkan, kita periksa masing-masing," ujar Iwan.

Disinggung adanya foto yang beredar di media sosial tentang adanya kerumunan di pusat perbelanjaan miliknya yang tidak menerapkan physical distancing, Iwan menolak hal itu.

Dirinya berdalih jika itu hanya pengaruh sudut pengambilan gambar, sehingga seolah-olah ada kerumunan.

"Itu cara motonya gak benar, kita jaraknya 1 meter, di counter itu jaraknya 1-1,5 meter," ujarnya.

Sedang terkait karyawan tempat usaha yang menyewa counter di tempatnya, seperti Swalayan Belga, Iwan menyerahkan hal itu pada masing-masing manajemen.