Ilustrasi pil double L yang disita petugas kepolisian beserta BNN Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Ilustrasi pil double L yang disita petugas kepolisian beserta BNN Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Hingga menjelang akhir Mei 2020 ini, belasan pelajar di Kabupaten Malang terus dipantau kondisinya oleh BNN (Badan Narkotika Nasional). Penyebabnya karena mereka kecanduan narkotika.

Berdasarkan data yang diperoleh media online ini, tercatat ada 14 peserta rehabilitasi yang ditangani BNN Kabupaten Malang. Mirisnya, semua peserta yang menjalani masa pemulihan karena ketergantungan narkotika tersebut adalah kalangan pelajar belasan tahun. Pelajar SMP mendominasi.

Baca Juga : 6 Penjual Serbuk Mercon Dibekuk, Sanksi 20 Tahun Penjara Menanti

”Dari 14 peserta rehabilitasi yang kami tangani, 13 di antaranya harus menjalani rehabilitasi karena kecanduan narkotika jenis pil double L,” ungkap Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Malang Mohammad Choirul.

Sebagai informasi, 14 pelajar tersebut menjalani rehabilitasi sekaligus pemantauan oleh BNN Kabupaten Malang, sejak awal tahun hingga pertengahan Mei 2020.

”Hanya satu peserta rehabilitasi yang kecanduan narkoba jenis sabu. Sedangkan 13 peserta lainnya kecanduan pil double L. Kondisinya berangsur membaik dan kini sudah menjalani rawat jalan,” ungkap Choirul.

Jika melihat data sebelumnya, pada tahun 2019 silam, kebanyakan peserta rehabilitasi yang ditangani BNN Kabupaten Malang  juga karena kecanduan pil double L.

Rinciannya, dari 101 total peserta yang ditangani BNN Kabupaten Malang sepanjang tahun 2019, sebanyak 61 kasus di antaranya harus menjalani masa rehabilitasi karena kecanduan pil double L.

Baca Juga : Berulah, 3 Napi Asimilasi Kembali Dijebloskan ke Jeruji Besi

”Dibandingkan dengan narkoba jenis lainnya, pil double L harganya relatif lebih murah. Selain itu peredarannya juga mudah ditemukan di pasaran. Jadi, lebih mudah didapatkan oleh masyarakat, terutama kalangan pelajar,” ujar Choirul.