Puluhan anak jalanan saat terjaring razia oleh Satpol PP (Foto : Satpol PP Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Puluhan anak jalanan saat terjaring razia oleh Satpol PP (Foto : Satpol PP Kabupaten Malang for MalangTIMES)

Malang Raya Bersiap menyambut penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), Minggu (17/5/2020) besok. 

Berbagai upaya untuk menerapkan PSBB pun mulai digalakkan, seperti yang terlihat di Kabupaten Malang. Misalnya, terkait operasi yustisi bagi para anjal (anak jalanan).

Baca Juga : Besok PSBB, Kendaraan Luar Kota Malang Diminta Putar Balik

”Hari ini (Sabtu 16/5/2020) kami melaksanakan instruksi Bupati (Malang) untuk melakukan operasi yustisi," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Nazarudin Hasan, Sabtu (16/5/2020).

Hasilnya, ada puluhan anak jalanan, pengemis, dan pengamen yang ada di kawasan Kecamatan Kepanjen terjaring razia dalam operasi yustisi itu.

Perlu diketahu, giat operasi yustisi ini bermula dari sentilan anggota dewan saat melangsungkan rapat paripurna sekaligus LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban), Jumat (15/5/2020) lalu.

Dalam agenda yang dilangsungkan di ruang DPRD Kabupaten Malang itu, Bupati Malang HM Sanusi mendapat atensi untuk menertibkan anak jalanan yang masih marak ditemui di wilayah Kabupaten Malang.

Menindaklanjuti mandat tersebut, Sanusi langsung menginstruksikan Satpol PP untuk melangsungkan operasi yustisi pada hari ini (Sabtu 16/5/2020).

”Para pengamen dan anak jalanan yang terjaring razia hari ini berasal dari wilayah Kota dan Kabupaten Malang. Jadi hanya kami berikan imbauan,” ujar Nazarudin.

Selain memberikan imbauan, lanjutnya, sekitar 30 personel Satpol PP yang dikerahkan juga melakukan sosialisasi terkait penerapan PSBB yang akan berlangsung mulai besok (Minggu 17/5/2020).

Baca Juga : Jelang Hari Terakhir Sosialisasi PSBB, Ini yang Akan Disiapkan Pemkab Malang

”Operasi semacam ini akan rutin kami lakukan. Sementara masih di (Kecamatan) Kepanjen karena itu atensi dewan. Setelah ini, dalam tiga hari ke depan kami akan kembali melakukan sosialisasi di daerah lain yang marak ditemukan anak jalanan,” ungkap Nazarudin.

Menurutnya, selain di Kecamatan Kepanjen, wilayah Malang Utara juga marak ditemukan anak jalanan. Sejauh ini tercatat ada 2 Kecamatan di Malang Utara yang bakal dijadikan sasaran razia selanjutnya.

”Jika ada anak jalanan dari wilayah Malang yang terjaring razia akan kami koordinasikan dengan Dinsos (Dinas Sosial, Kabupaten Malang) untuk mendapatkan pembinaan. Tapi kalau ada anak jalanan, pengamen, atau pengemis yang berasal dari luar Malang, akan kita kembalikan ke daerahnya masing-maising,” tandasnya.