Agus Setiawan, SE, Pengusaha dan pengamat ekonomi asal Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Agus Setiawan, SE, Pengusaha dan pengamat ekonomi asal Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Penderita Covid-19 terus bertambah. Sementara sampai saat ini belum ditemukan obat yang secara khusus bisa digunakan untuk menyembuhkan Covid-19.

Sejumlah pembatasan sudah banyak dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, namun faktanya penderitanya masih tetap bertambah. 

Baca Juga : Berpotensi Jadi Kluster Baru Covid-19, Pabrik Rokok di Purwosari Ditutup Sementara

Jika pembatasan terus dilakukan, ekonomi akan lumpuh, pendidikan tidak akan berjalan dengan baik, dan banyak sektor yang tersendat secara operasional, yang dampak terakhirnya adalah lahirnya banyak kemiskinan baru, sebagai akibat dari kelumpuhan ekonomi.

Agus Setiawan, pengamat ekonomi dari Lumajang kemudian menilai, pada akhirnya pemerintah akan melonggarkan berbagai sektor, khususnya ekonomi, sebagai pilihan, agar dampak Covid-19 tak semakin besar.

"Bisa jadi sekolah akan kembali masuk. Namun siswanya harus pakai masker dan penataan bangkunya setidaknya berjarak 1 meter. Sebelum masuk ke kelas harus cuci tangan, dan siswa dilarang bergerombol dengan siswa lain. Ini akan menjadi pilihan, jika Covid-19 tidak segera sirna, namun kalau kelonggaran harus diberikan,"  kata Agus Setiawan.

Sama juga halnya dengan warung dan rumah makan. Tidak mungkin selamanya diminta tutup. Maka yang harus dilakukan adalah penataan tempat duduk, mulai dari jarak, keharusan cuci tangan sebelum masuk rumah makan dan seluruh pekerjanya harus menggunakan masker.

"Ini adalah kompromi terakhir dari negara dan masyarakat agar ekonomi, pendidikan dan sektor lainya tidak lumpuh. Sementara penularan Covid-19 tetap bisa dicegah," jelas Agus Setiawan kemudian.

Baca Juga : Wings Group Serahkan Bantuan Ventilator ke Pemprov Jatim

Maka, menurut Agus Setiawan, akan ada kebiasaan baru yang sebelumnya dianggap tidak biasa, akan menjadi satu hal yang normal.

Misalnya, jika keluar harus pakai masker, belanja secara online, masuk rumah harus cuci tangan, rumah makan diberi aturan tempat duduk harus berjarak 1 meter. Siswa dan guru harus melaksanakan protokol Covid-19.

"Bahkan bisa jadi kendaraan umum akan memiliki aturan sendiri sesuai dengan protokol Covid-19," urai Agus Setiawan.