Travel asal Tulungagung tertangkap basah bawa penumpang mudik.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Travel asal Tulungagung tertangkap basah bawa penumpang mudik.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Kepolisian Resort Blitar meningkatkan pengawasan pemudik yang masuk wilayah Kabupaten Blitar. Kali ini satu uni mobil travel yang membawa pemudik ditilang petugas di Jalan Raya Jimbe, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Kamis (14/5/2020).

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, mobil travel Nopol AG 1292 SW diketahui melintas di wilayah Jalan Raya Jimbe sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka berangkat dari Tulungagung menuju Malang dengan membawa 5 penumpang.

“Kami mengamankan kendaraan tersebut di pos pantau Kademangan perbatasan Blitar-Tulungagung,” ungkap Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Yoppy Anggi Krisna.

Saat dimintai keterangan oleh petugas, sopir travel beralasan membawa keluarga.  Namun polisi tidak percaya dengan keterangan yang disampaikan. Petugas kemudian mengumpulkan  KTP seluruh penumpang. Para penumpang juga diminta turun dari kendaraan untuk dimintai keterangan.

“Ternyata dugaan kami benar, para penumpang ini naik kendaraan travel dengan plat nomor hitam. Diketahui satu penumpang menelfon sebuah agen travel di Tulungagung untuk pergi ke Malang,” paparnya.

Polisi memberi tindakan tegas dengan melakukan penindakan menggunakan Pasal 308 Jo 173 Ayat 1 Huruf (A dan B) UU no 22 th 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Untuk sopir kami tilang. Sementara para penumpang kami wajibkan untuk jalani tes kesehatan dan pengukuran suhu badan. Biro travel juga kami wajibkan mengembalikan penumpang ke daerah asal dengan cara mencarikan tumpangan kendaraan. Selain itu kendaraan Travel Toyota innova juga kami tahan di polres Blitar," tandasnya.

Sekedar diketahui, Pemkab Blitar bersama TNI-Polri mendirikan 4 posko check point sebagai upaya menghalau pemudik yang memasuki wilayah Kabupaten Blitar.  Keempat pos check point itu masing-masing berada di Kecamatan Selorejo, Kanigoro, Kademangan dan Krisik. Keempat pos cek point ini berada di jalur perbatasan menuju wilayah hukum Polres Blitar.

Berdasarkan data Satlantas Polres Blitar hingga kini ada sebanyak 156 kendaraan roda dua berplat nomor luar kota yang dihalau dan diminta putar balik. Sementara untuk kendaraan roda empat berjumlah 352 sedangkan kendaraan umum ada 2 yang diminta untuk putar balik.