04/12/2022 Ojek Online di Kabupaten Malang Hanya Boleh Antar Barang dan Makanan Selama PSBB | Jatim TIMES

Ojek Online di Kabupaten Malang Hanya Boleh Antar Barang dan Makanan Selama PSBB

May 14, 2020 17:46
Bupati Malang HM Sanusi (tengah pakai peci) ketika mengenakan atribut ojek online saat menghadiri salah satu agenda penyuluhan kepada mitra ojek online di Kabupaten Malang.
Bupati Malang HM Sanusi (tengah pakai peci) ketika mengenakan atribut ojek online saat menghadiri salah satu agenda penyuluhan kepada mitra ojek online di Kabupaten Malang.

Pewarta: Ashaq Lupito | Editor: Yunan Helmy

Saat PSBB (pembatasan sosial berskala besar) resmi diberlakukan di Malang Raya, bidang transportasi bakal menjadi salah sektor yang mendapatkan atensi khusus dari pemerintah.

Setelah memastikan sepeda motor dilarang digunakan untuk berboncengan, kali ini kendaraan trasportasi umum juga tidak luput dari aturan pemerintah.

”Transportasi umun tetap jalan, tapi harus melakukan protokol kesehatan. Selama PSBB, angkutan umum hanya diperbolehkan mengangkut penumpang 50 persen dari kapasitas yang tersedia,” kata Bupati Malang HM Sanusi saat memberikan sambutan di sela-sela agenda pemerintahan beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Sanusi, penerapan 50 persen dari kapasitas yang tersedia tersebut tidak hanya berlaku bagi kendaraan angkutan umum. Namun, mobil pribadi juga harus menerapkan kebijakan tersebut.

”Bus isi 40 ketika dicek itu isinya harus 20 penumpang. Jadi, setengah dan bisa jaga jarak,” terang orang nomor satu di Pemkab Malang ini.

Sedangkan untuk mobil pribadi, lanjut Sanusi, mekanisme protokol PSBB sama dengan yang diberlakukan untuk angkutan umum. Yakni 50 persen dari kapasitas muatan. ”Mobil isi 4, di dalamnya harus diisi 2 orang saja. Kalau (kapasitas) 8, berarti ya 4 orang,” sambung Sanusi.

Tidak hanya mobil pribadi dan angkutan umum. Sanusi juga melarang mitra ojek online untuk mengangkut penumpang. ”Ojek online tidak boleh (menangkut penumpang), kecuali membonceng istrinya dan anaknya,” ungkap dia.

Meski melarang untuk beroperasi mengangkut penumpang, lanjut Sanusi, pihaknya tetap memperbolehkan para ojek daring tersebut mengantarkan barang dan makanan. ”Hanya boleh antar barang dan makanan. Itu sudah jelas aturannya,” tutup bupati Malang saat ditemui di sela-sela agenda peninjauan rusunawa ASN bersama gubernur Jatim, Kamis (14/5/2020).

 

Judul berita Ojek Online di Kabupaten Malang Hanya Boleh Antar Barang dan Makanan Selama PSBB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Malang Berita Malang

Berita Lainnya