Talkshow 5 bahasa asing di UIN Malang. (Foto: istimewa)
Talkshow 5 bahasa asing di UIN Malang. (Foto: istimewa)

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terus berupaya mencapai standar world class university (WCU). Artinya, perguruan tinggi kelas dunia yang mampu menjawab tuntutan masyarakat dan perkembangan global.

Untuk menjadi world class university, UIN Malang telah berupaya meningkatkan kualitas berbagai bidang. Sebut saja bidang akademik dan pendidikan, bidang administrasi dan keuangan, bidang kehumasan, bidang kemahasiswaan, bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, serta bidang kerja sama. Termasuk menciptakan suasana kampus kelas dunia dengan menggunakan banyak bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, Arab, Mandarin, Persia, dan lain-lain.

Suasana universitas kelas dunia ini juga terasa kemarin (Senin 11 Mei 2020). Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg menggelar sesi talkshow lima bahasa di halaman depan gedung rektorat. Talkshow bertema Alquran dan Ramadan ini menghadirkan enam dosen yang lihai berbahasa asing.

Bahasa Arab dibawakan Dr Uril Bahruddin dan Dr Dewi Chamidah), bahasa Inggris (Dr Langgeng Budianto dan Suparmi), bahasa Persia (Fatimah), bahasa Prancis (Retno Novitasari), dan bahasa Mandarin (Kartika Ratnasari). Seperti biasa, rektor bertindak sebagai host dalam talkshow tersebut.

Para narasumber membahas banyak hal yang berhubungan dengan Alquran. Seperti diketahui, sebagai muslim, kita memiliki kewajiban mendalami ilmu agamanya, terlebih mendalami Alquran. "Alquran menjadi kitab petunjuk utama bagi muslim tanpa kecuali," ujar Uril.

Langgeng Budianto melanjutkan, terdapat dua jenis ayat Alquran, yakni Makkiyah dan Madaniyah. Tak hanya letak turunnya yang berbeda. Tipe-tipe ayat yang diturunkan pun memiliki ciri tersendiri.

"Ayat Makkiyah cenderung berisi tentang penetapan Tauhid dan akidah karena diturunkan di masa awal Islam. Sedangkan ayat Madaniyah berisi  rincian tata cara ibadah dan muamalah," katanya.

Ya, kebanyakan ayat-ayat Makkiyah berisi penetapan tauhid dan akidah yang benar, khususnya yang berkaitan dengan tauhid uluhiyah dan iman kepada hari kebangkitan, karena kebanyakan objek yang didakwahi mengingkari hal itu.

Sedangkan ayat-ayat Madaniyah kebanyakan berisi perincian masalah ibadah dan muamalah. Pasalnya, objek yang didakwahi sudah memiliki tauhid dan akidah yang benar sehingga mereka membutuhkan perincian ibadah dan muamalah.