Audiensi Wali Kota Malang Sutiaji didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan Sekda Kota Malang Wasto bersama anggota organda (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Audiensi Wali Kota Malang Sutiaji didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan Sekda Kota Malang Wasto bersama anggota organda (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan dilakukan di wilayah Malang Raya mulai direspons berbagai pihak. Salah satunya para sopir angkutan umum yang berharap agar segera diterapkan skema baru selama PSBB diberlakukan.

Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Malang, Rudy H Soesamto menyampaikan, teknis berkaitan dengan penerapan PSBB harus segera disampaikan. Karena berkaitan dengan aktivitas para sopir angkutan umum sehari-hari.

Baca Juga : 320 Personel Gabungan Disiapkan untuk Hadapi PSBB di Kota Batu

"Saat PSBB nanti akan seperti apa, kami minta supaya ada penjelasan. Apakah akan dilakukan seperti Surabaya Raya atau bagaimana," terangnya.

Menanggapi itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan jika skema berkaitan dengan penerapan PSBB bagi para sopir angkot masih akan dibahas lebih rinci melalui Peraturan Wali Kota Malang. Perwal tersebut masih dalam tahap finalisasi dan Selasa (12/5/2020) besok harus sudah selesai.

"Karena itu juga pembahasannya akan luas. Bukan hanya untuk sopir angkot saja, tapi juga berkaitan dengan aktivitas kita semua selama PSBB," imbuhnya.

Sutiaji juga menjelaskan jika PSBB Malang Raya berlaku untuk Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. Artinya, pembatasan wilayah berlangsung lebih luas. Nantinya, warga Kota Batu ataupun Kabupaten Malang tetap bisa beraktivitas di Kota Malang.

Dengan harapan, perputaran ekonomi akan tetap berlangsung. Diharapkan pula agar nanti keberadaan angkutan umum juga masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun tetap mengutamakan social distancing dan jaga jarak sebagaimana protokol kesehatan yang berlaku.

Baca Juga : PSBB Malang Raya, Kota Malang Tahap Pematangan Teknis

"PSBB diajukan karena memang telah memenuhi kriteria. Kasus di Malang Raya bukan hanya dipandang per kota dan kabupaten saja, tapi menyeluruh," beber Sutiaji.