Anggota DPRD Kota Malang Fraksi PKS, Ahmad Fuad Rahman (Istimewa).
Anggota DPRD Kota Malang Fraksi PKS, Ahmad Fuad Rahman (Istimewa).

Anggota DPRD Kota Malang Fraksi PKS, Ahmad Fuad Rahman menilai gagasan kampung siaga yang dibuat oleh perguruan tinggi sebagai bagian program penanganan pandemi Covid-19 cukup strategis. 

Sehingga, dia mendorong Pemkot Malang agar segera memperluas keberadaan kampung siaga ke seluruh kampung di Kota Pendidikan ini.

Pasalnya, dia menilai sampai saat ini masih belum banyak kampung yang terjaring dalam program kampung siaga tersebut. 

Padahal, apabila diterapkan di seluruh perkampungan, dia optimis masyarakat akan saling membantu satu sama lain dalam menjalankan aktivitas selama pandemi Covid-19.

"Ide dan gagasan kampung tangguh ini bagus. Tinggal diimplementasikan saja ke seluruh kampung dan perguruan tinggi juga kami dorong terlibat di dalamnya," terang Fuad.

Keberadaan kampung tangguh itu menurutnya juga banyak menjadi masukan dari warga yang ia datangi dalam berbagai agenda selama pandemi Covid-19 ini. 

Tak sedikit masyarakat yang menunggu agar kampung siaga bisa diterapkan di daerah mereka masing-masing.

"Seperti saat menyambangi warga di Ketawanggede beberapa waktu lalu, warga di sana usul agar segera diimplementasikan yang namanya kampung tangguh," imbuhnya.

Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji telah mengajak seluruh perguruan tinggi di Kota Malang untuk terlibat dalam pendirian kampung siaga. 

Kampung Siaga itu sendiri memiliki berbagai sistem untuk mengedukasi masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Mulai dari aspek kesehatan, sosial, hingga ekonomi. Di mana masyarakat salah satunya akan diedukasi tentang cara mengantisipasi dan menghindari Covid-19 hingga tata cara mengurus jenazah yang terpapar virus covid-19.

Selain itu, kampung tangguh juga berusaha untuk mencegah adanya kerusuhan yang mungkin terjadi selama pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. 

Salah satunya, melalui pembentukan lumbung pangan di masing-masing perkampungan.

Sehingga, masyarakat dalam satu kampung akan selalu tenang dan mendapatkan kepastian untuk bahan pangan. 

Terlebih, saat ini sudah banyak bantuan dari pemerintah maupun sosial yang disalurkan. 

Nantinya, RW akan dapat melakukan pendataan dan pembagian sembako kepada yang benar-benar membutuhkan.

"Perguruan tinggi sangat kami dorong untuk terlibat. Mereka bisa bertanggungjawab atas beberapa daerah yang dekat dengan kampus," terang Sutiaji.