Wali Kota Kediri didampingi oleh Forkopimda dan kepala OPD mengikuti Khotmil Quran Kubro Online Pemprov Jawa Timur. (Foto: Ist)
Wali Kota Kediri didampingi oleh Forkopimda dan kepala OPD mengikuti Khotmil Quran Kubro Online Pemprov Jawa Timur. (Foto: Ist)

Di tengah pandemi Covid-19, peringatan Nuzulul Quran dilakukan dengan cara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 

Bertepatan dengan malam 17 Ramadan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggelar Khotmil Quran Kubro 2.020 kali pada Sabtu (9/5/2030) secara online.

Kegiatan yang digelar di Gedung Negara Grahadi kali ini mendatangkan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA dan diikuti Forkopimda Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan yang digelar secara online ini juga di ikuti oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama 16 bupati/wali kota di Jawa Timur. 

Para pimpinan daerah itu ikut membaca bergantian juz ke-30 yang diawali Surat An-Naba’.

Keenam belas kepala daerah tersebut dari Sumenep, Tuban, Banyuwangi, Jombang, Bangkalan, Bondowoso, Bojonegoro, Pasuruan, Kota Malang, Sidoarjo, Trenggalek, Madiun, Lumajang, Pamekasan, Kabupaten Malang, dan Probolinggo.

Pada kesempatan ini Wali Kota Kediri membacakan Surah Al-Balad dengan didampingi oleh Forkopimda dan kepala OPD Kota Kediri.

Sebelumnya, dalam Khotmil Quran Kubro ini ada 2.020 kali khatam Alquran. Sebanyak 2.000 hafiz dan hafizah serta 20-nya dari OPD.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  bersyukur Khotmil Quran Kubro dalam rangka peringatan Nuzulul Quran ini dapat terlaksana.

"Allah memberikan nikmat yang luar biasa. Kita diizinkan oleh Allah bersama-sama berkhidmat memperingati Nuzulul Quran. Hari ini kita berada di malam 17 Ramadhan di tengah pandemi covid kita mengikhtiarkan bersama. Sebanyak 17 bupati/wali kota telah berkenan membaca juz ke-30 mulai dari Surat An-Naba'. Ini menjadi bagian dari ikhtiar kita semua," ujarnya.

Gubernur Khofifah mengatakan dalam APBD Provinsi Jawa Timur terdapat tunjangan kehormatan untuk hafidz dan hafidzah.

"Pada saat saya dan Pak Emil Elestianto Dardak mendapat mandat menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur kami memang pada saat itu ingin memberikan sebagian dari ikhtiar untuk memuliakan hafidz dan hafidzah. Tahun ini ada 4.000 hafidz dan hafidzah yang kami berikhtiar memberikan tunjangan kehormatan. Kemarin mereka secara mandiri bersama-sama membaca 15 juz dalam dua hari," jelasnya.

(Adv)