Produk UMKM dari Pelaku UMKM di Kota Malang (Doc MalangTIMES)
Produk UMKM dari Pelaku UMKM di Kota Malang (Doc MalangTIMES)

Ditengah pandemi Covid-19 ini, memang banyak masyarakat dari berbagai kalangan terkeman imbasnya. Imbas tersebut mengenai ke berbagai sisi, baik sisi sosial, kesehatan maupun sisi perekonomian masyarakat.

Dikalangan masyarakat, atau pelaku usaha, selain Pedagang Kaki Lima (PKL) para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) juga salah satu yang terkena dampak ekonomi.

Para pelaku UMKM di Kota Malang yang jumlahnya begitu banyak di Kota Malang saat ini memang belum mendapatkan bantuan sosial. Mereka nampaknya harus bersabar terlebih dulu untuk mendapatkan bansos dari pemerintah, khususnya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Belum didapatkannya bansos oleh para pelaku UMKM selama masa pandemi Covid 19, bukan tanpa alasan. Sebab saat ini Pemkot Malang masih belum mendapatkan instruksi pasti dari pemerintah pusat mengenai bantuan sosial untuk pelaku UMKM.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopinda) Kota Malang, Wahyu Setianto membenarkan jika pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Kementrian Perdagangan (Kemendag) perihal pemberian bansos untuk para pelaku UMKM di Kota Malang.

"Jadi untuk UMKM memang ada surat dari Kemendag. Terkait akan mendapatkan bantuan dari pusat. Jadi kita menunggu itu (instruksi lebih lanjut)," ucap Wahyu.

Karenanya, saat ini pihaknya masih memberikan bansos terhadap para PKL yang telah menjadi instruksi pasti dari pimpinan atau dalam hal ini Wali Kota Malang. 

"Kalau  yang kemarin petunjuk pimpinan kan PKL yang terdampak (yang mendapatkan bantuan sosial)," ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut, jika sebagian PKL yang memang mendapatkan bansos, tak semuanya murni PKL saja. Tapi, sebagian PKL juga merupakan pelaku UMKM di Kota Malang.

"Datanya kan dari kelurahan. Jadi sebenarnya ada juga di dalamnya (pelaku UMKM). Kita juga sudah dimintai data, dan saat ini kita juga sudah mengirimkan datanya," pungkas Wahyu.