Beberapa tempat Fasilitas Kesehatan yang menyediakan Rapid Test. (Foto: instagram @dinkeskotamalang).
Beberapa tempat Fasilitas Kesehatan yang menyediakan Rapid Test. (Foto: instagram @dinkeskotamalang).

Upaya menekan angka penyebaran Covid-19 dengan melakukan rapid test (tes cepat) di beberapa wilayah tengah dilakukan, termasuk di Kota Malang.

Namun, pelaksanaan rapid test dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang diprioritaskan untuk beberapa kriteria. Terutama bagi mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien conform positif Covid-19.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menjelaskan, ada tiga prioritas yang difasilitasi Dinkes Kota Malang untuk dilakukan rapid test.

Yakni, Tenaga Kesehatan (Nakes) yang merawat PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Hal tersebut, bisa dokter atau perawat. 

Kemudian, Nakes yang melakukan tracing terhadap pasien Covid-19. Seperti petugas medis di puskesmas yang mengunjung rumah atau mendata sebaran potensi penularan dari pasien terkonfirmasi positif.

"Selanjutnya, adalah seseorang yang memiliki kontak erat dengan pasien conform positif Covid-19 yang belum dilakukan swab," jelasnya.

Lantas, bagaimana dengan masyarakat umum yang ingin melakukan rapid test

Nah, bagi masyarakat yang tidak masuk dalam prioritas utama dari Dinkes Kota Malang tetapi ingin mengetahui kondisi tubuhnya maka bisa mengakses di fasilitas kesehatan lainnya. 

Di antaranya, di lima rumah sakit rujukan di Kota Malang. Yaitu, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), RST dr Soepraoen, RS Rkz Panti Waluyo Sawahan, RS Lavalette, dan RSI Aisyiyah.

"Jadi masyarakat yang ingin mengetahui (mengikuti rapid test) tapi tidak masuk di tiga prioritas ini bisa mengakses di luar Dinas Kesehatan. Di Laboratorium swasta di Kota Malang juga sudah banyak yang menyediakan," imbuh Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang ini.

Beberapa laboratorium swasta yang telah menyediakan fasilitas pelayanan rapid test, yakni SIMA Lab, di Jl Tangkuban Perahu no 14, atau di Jl Ciliwung no 51. Kemudian Laboratorium Prodia di Jl Jakarta No 60, Sumbersari Kota Malang, serta Parahita Diagnostic Center, Jl Kaliurang no 30, Lowokwaru.

Namun, perlu diingat pula untuk pemeriksaan rapid test ataupun swab tetap harus sesuai dengan pemeriksaan dan rujukan dari petugas medis. Lebih lanjut, Husnul juga mengingatkan bagi masyarakat bahwa penggunaan rapid test bukan menjadi penentu seseorang untuk dinyatakan negatif atau positif Covid-19.

"Sehingga ketika hasil rapid test itu reaktif, maka harus dilanjutkan swab (untuk mengetahui apakah dalam tubuh seseorang ini terkonfirmasi Covid-19 atau tidak). Namun, jika hasilnya non reaktif, maka 10 hari kemudian harus diulang lagi rapid test nya (memastikan tidak ada virus di dalam tubuh tersebut)," tandasnya.