Menlu Retno Marsudi (Foto:  Anadolu Agency)
Menlu Retno Marsudi (Foto: Anadolu Agency)

Sebuah video jenazah ABK asal Indonesia yang dibuang ke laut langsung membuat geger publik.

Bahkan, video tersebut menjadi viral di media sosial Twitter hingga YouTube.

Video itu berawal dari tayangan salah satu televisi di Korea Selatan, MBC pada Selasa (5/5/2020). 

Buntut dari video tersebut, kabarnya Kemenlu akan memanggil Dubes China untuk mengklarifikasi.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha.

"Guna meminta penjelasan tambahan mengenai alasan pelarungan jenazah dan perlakuan yang diterima ABK WNI lainnya, Kemlu akan memanggil Duta Besar RRT (Republik Rakyat Tiongkok)," ujar Judha dikutip dari detik.com.

Diketahui, dalam video yang ditayangkan oleh MBC itu disebutkan jika terdapat tiga jenazah ABK asal Indonesia yang dibuang ke laut.

Judha menjelaskan jika tiga jenazah itu dibuang ke laut lantaran kematiannya disebabkan oleh penyakit menular.

"Pada kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604, terjadi kematian 3 awak kapal WNI saat kapal sedang berlayar di Samudera Pasifik. Kapten kapal menjelaskan bahwa keputusan melarung jenazah karena kematian disebabkan penyakit menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya," kata Judha.

Sayangnya hingga kini masih belum diketahui penyakit apa yang diderita oleh ketiga ABK tersebut.

Sebelumnya, di kanal MBC, video tersebut diberikan judul "Eksklusif, 18 jam sehari kerja. Jika jatuh sakit dan meninggal, lempar ke laut".

Video itu lalu diulas kembali oleh YouTuber bernama Jang Hansol.

"Video yang akan kita lihat habis ini adalah kenyataan pelanggaran HAM orang Indonesia yang bekerja di kapal China," ujar Hansol.

MBC mengungkapkan jika pihaknya mendapatkan video tersebut setelah kapal itu kebetulan bersandar di Pelabuhan Busan.

Hansol juga menjelaskan jika pihak televisi menyatakan dibutuhkan adanya penyelidikan internasional untuk memastikan adanya kabar itu.

Video tersebut bertanggal 30 Maret lalu di Samudera Pasifik bagian barat, di mana terdapat kotak yang dibungkus dengan kain merah.

Dalam kotak yang ditempatkan di geladak kapal itu terdapat sosok Ari, pria yang berusia sekitar 24 tahun.

Diterjemahkan Hansol, pria itu sudah bekerja lebih dari satu tahun dan meninggal dunia.

Di video tersebut juga terlihat seorang kru yang mengguncang dupa dan menaburkan cairan sebagai bentuk upacara pemakaman di sana.

Setelah melakukan upacara pemakaman tersebut, jenazah lantas dibuang ke tengah laut.

Disebutkan jika sebelum Ari, sudah ada dua orang yang meninggal yakni bernama Al fatah dan Sepri.

Jenazah keduanya juga dibuang ke laut.