Ilustrasi uang kertas. (Foto: Shutterstock).
Ilustrasi uang kertas. (Foto: Shutterstock).

Menyambut perayaan Idul Fitri 1441 H beberapa minggu mendatang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang menyiapkan uang kartal sebesar Rp 3,66 triliun.

Uang itu dipersiapkan karena perayaan Lebaran selalu identik dengan uang tempel atau angpau Lebaran.  Meski perayaan Lebaran tahun ini disambut di tengah pandemi covid-19, pemenuhan  uang kartal tersebut untuk mengantisipasi segala kebutuhan masyarakat. 

Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Azka Subhan Amunirridho mengatakan, sejumlah Rp 3,66 triliun uang kartal yang disiapkan BI Malang terdiri dari bentuk uang pecahan besar dan uang pecahan kecil.

Namun, berkaitan dengan pelayanan pendistribusian penukaran uang di tengah masa pandemi covid-19, BI Malang tak lagi memberikan fasilitasi penukaran di tempat umum. "Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang pada periode Ramadan dan Idul Fitri 1441 H menyiapkan sejumlah Rp 3,66 triliun. Namun,  ada yang berbeda pada distribusi tahun ini. Kami tidak lagi menyediakan penukaran uang melalui lokasi yang bersifat umum dan terbuka tetapi melalui loket-loket di perbankan," ujarnya.

Layanan penukaran uang tersebut disiapkan di 31 titik lokasi penukaran di bank-bank umum di wilayah kerja BI Malang dan 21 bank perkreditan rakyat (BPR). "Pelayanan penukaran ini terhitung sejak 29 April lalu sampai 20 Mei 2020," imbuhnya.

Dalam pelayanan tersebut, BI Malang telah berkoordinasi dengan seluruh perbankan yang ada agar tetap memperhatikan protokol pencegahan covid-19. "Jadi, kami Bank Indonesia meminta perbankan dalam pelayanannya tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19, seperti penggunaan masker, penyediaan alat ukir suhu tubuh, dan penerapan physical distancing atau jaga jarak," jelasnya.

Di samping itu, BI mengimbau kepada masyarakat di tengah pandemi covid-19 ini untuk lebih memaksimalkan penggunaan transaksi nontunai.  Hal ini sebagai upaya menjaga kelancaran falam menfasilitasi kegiatan perekonomian dan kebutuhan masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.

"Dengan menggunakan transaksi non-tunai, hal ini untuk menjaga agar lebih aman, lebih cepat, juga mungkin lebih sehat. Transaksi itu bisa dilakukan melalui digital banking, kemudian melalui uang elektronik dan juga transaksi menggunakan QRIS (quick response code Indonesian Standart)," tandasnya.