Ilustrasi hasil rapid test. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi hasil rapid test. (Foto: Istimewa)

Menyusul salah satu pedagang di Pasar Induk Gadang Kota Malang yang dinyatakan berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) beberapa minggu yang lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengambil langkah sigap.

Selain memantau perkembangan pasien yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang telah menyelesaikan proses tracing.

Sebanyak 20 pedagang tercatat pernah melakukan kontak erat dengan PDP yang diinformasikan berdomisili di Kabupaten Malang tersebut.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan pasien terus menunjukkan kondisi klinis yang baik. Namun, hingga saat ini hasil swab untuk mengetahui apakah pedagang ini terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak masih belum bisa dipastikan.

"Yang bersangkutan masih di rumah sakit. Hasil tes swab sampai saat ini belum keluar, jadi kita masih menunggu (apakah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak). Kondisi pasien laporan terakhir ada perbaikan secara klinis," ujarnya.

Sebelumnya, pedagang di Pasar Induk Gadang dinyatakan berstatus PDP usai hasil rapid test-nya menunjukkan reaktif. Karenanya, ia kini masih harus menjalani perawatan, sebab ada indikasi munculnya gejala Covid-19. 

Sementara, berkaitan dengan 20 pedagang lainnya pihak petugas medis telah melakukan rapid test. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Mengingat situasi pasar rakyat yang banyak dikunjungi orang.

Dari sejumlah pedagang yang mengikuti tes tersebut hasilnya dinyatakan non reaktif. Artinya, tidak ditemukan indikasi dalam tubuhnya terdapat antibodi atau telah terpapar virus.

"Kalau yang kita rapid test di Pasar Gadang semuanya non reaktif," ungkap Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang ini.