Inafis Polres Tulungagung dibantu warga mengevakuasi jasad korban tenggelam, Yordan (ist)
Inafis Polres Tulungagung dibantu warga mengevakuasi jasad korban tenggelam, Yordan (ist)

Setelah 3 hari pencarian, tubuh Yordan Candra Mahardika (17) siswa warga Desa Mojoagung, Kecamatan Ngantru yang hilang di Sungai Brantas pada Minggu (3/5/2020) akhirnya ditemukan.

Yordan ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di tepi Sungai Brantas di Dusun Pakuncen Desa/Kecamatan Karangrejo yang berjarak 300-an meter dari lokasi awal tenggelam.

Korban ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB.

Saat ditemukan, tubuh Yordan dalam posisi tengkurap menghadap ke utara. 

Tubuh Yordan tersangkut batu di tepian sungai.

"Betul, pagi ini kita sudah menemukan tubuh remaja yang dilaporkan tenggelam di Desa Mojoagung pada Minggu kemarin," ujar Kapolsek Karangrejo, AKP Sugeng, Selasa (6/5/20).

Jenazah Yordan pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang sedang beraktivitas di tepi sungai.

Saksi bernama Mukarno melihat tubuh yang bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek.

Saat ditemukan, kondisi korban sudah sedikit membengkak dan mengeluarkan bau, namun wajah korban masih bisa dikenali.

Mengetahui ada mayat, pria paro baya ini langsung melapor ke Polsek setempat.

"Jenazah saat ini sudah dibawa ke RSUD dr. Iskak," lanjut Kapolsek.

Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

Sebelumnya, Yordan bersama teman-temannya memancing di dekat Sungai Brantas pada hari Minggu.

Lalu di sela memancing, korban dan teman-temannya berenang ke seberang sungai. Nahas, di tengah sungai korban diduga kram dan hanyut di arus sungai yang kencang.

Puluhan Tim SAR gabungan diterjunkan untuk mencari korban.

Setidaknya ada sekitar 50 orang tim SAR dibagi menjadi dua regu untuk melakukan penyisiran.

Tim pertama menggunakan perahu karet menyisir di air. Sedangkan tim ke dua menyisir dari darat.

"Total ada sekitar 50 orang yang terlibat proses pencarian," terang Dian Susetyo Wibowo, Komandan Tim Basarnas dari Posko SAR Trenggalek.

Pencarian korban direncanakan sejauh 10 kilometer mengikuti arus sungai ke arah utara (Kediri).

Proses pencarian terkendala arus Sungai Brantas yang cukup deras.

Selain itu banyak palung sehingga menimbulkan arus yang berputar.

Kedalaman sungai bahkan banyak yang mencapai lebih dari 15 meter, sehingga menyulitkan pencarian di dasar sungai.

Pencegatan juga dilakukan di Dam Turi Kediri.

Di dam ini sering menjadi tempat berhentinya korban yang hanyut di Sungai Brantas.