Wali Kota Malang Sutaji didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Sekda Kota Malang, dan tim ahli Pemkot Malang Prof. M Bisri saat melakukan rapat dengan rektor se Kota Malang di Ruang Sidang Balaikota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutaji didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Sekda Kota Malang, dan tim ahli Pemkot Malang Prof. M Bisri saat melakukan rapat dengan rektor se Kota Malang di Ruang Sidang Balaikota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji meminta agar seluruh rektor di Kota Pendidikan ini melakukan pendataan kepada para mahasiswanya. Terutama bagi mahasiswa asal luar Kota Malang yang sampai saat ini masih berada di kota yang juga berjuluk sebagai kota bunga ini.

Sutiaji meminta, pendataan kepada mahasiswa luar Kota Malang yang terdampak covid-19 segera disampaikan pada sore hari ini, dan paling lambat Selasa (5/5/2020) besok pagi. Melalui pendataan itu, Pemerintah Kota Malang akan menyalurkan bantuan bagi para mahasiswa yang membutuhkan.

"Dan tadi hasil rapat, jumlah mahasiswa yang masih di Kota Malang kira-kira tidak sampai 30 ribu mahasiswa," katanya.

Sutiaji menyampaikan, bentuk bantuan yang akan disalurkan nantinya masih akan dicarikan formulasi yang tepat. Beberapa pilihan diantaranya dalam bentuk sembako, uang tunai, ataupun makanan siap saja dalam bentuk dapur umum.

"Karena keluhan mahasiswa juga banyak yang susah mencari makan lantaran banyak warung yang tutup, maka bisa saja kami buatkan dapur umum. Didata berapa mahasiswanya itu," terangnya.

Lebih jauh Sutiaji menyampaikan, dari hasil survei yang dilakukan belum lama ini, para mahasiswa yang masih berada di Kota Malang kebanyakan meminta agar ada keringanan biaya SPP atau UKT. Hanya sedikit yang meminta bantuan sembako ataupun uang tunai.

"Maka akan kami konkretkan nanti bentuknya seperti apa," terangnya.

Bukan hanya mahasiswa yang masih aktif, bantuan yang diberikan nantinya juga konsentrasi kepada mahasiswa yang baru lulus dan sedang mencari pekerjaan di Kota Malang. Pendataan untuk para alumni perguruan tinggi yang baru lulus nantinya akan dilakukan terpisah dengan pendataan di masing-masing perguruan tinggi.

Pria berkacamata itu juga menyampaikan jika skema pemberian bantuan itu akan segera dikonsultasikan kepada kementerian terkait. Karena dia berharap, nantinya bantuan bisa diberikan dalam bentuk hibah untuk masing-masing perguruan tinggi. Dimana setiap perguruan tinggi akan mendapatkan hibah sesui dengan jumlah mahasiswa yang membutuhkan.

"Kalau skemanya hibah akan lebih meringankan kami. Maka nanti Pak Sekda akan konsultasi dengan kementerian terkait," jelas politisi Demokrat itu.

Dalam pertemuan yang digelar bersama rektor se Kota Malang itu, Sutiaji juga menekankan agar setiap perguruan tinggi segera menyusun skema yang tepat dalam penerimaan mahasisw baru. Karena selama pandemi covid-19, Kota Malang juga akan memperketat laju transportasi atau pergerakan orang dari luar Kota Malang.

"Supaya tidak ada gelombang orang baru, yang itu juga memungkinkan penularan covid-19, maka harus ada skema yang jelas dalam PPDB nantinya," tegas Sutiaji.