Sidang paripurna Kota Malang sebelum pandemi covid-19. (Dokumentasi MalangTIMES).
Sidang paripurna Kota Malang sebelum pandemi covid-19. (Dokumentasi MalangTIMES).

Keberadaan pasar rakyat yang belum juga selesai direvitalisasi dan mangkrak masih menjadi perhatian DPRD Kota Malang. Pemerintah pun diminta lebih serius menetapkan target penyelesaian revitalisasi terhadap pasar tradisional yang belum juga disentuh.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono menyampaikan, keberadaan pasar rakyat amat penting di Kota Malang. Sebab, sebagian besar warganya menggantungkan diri untuk bisa memutar perekonomian dari sektor jual beli di pasar.

Trio menegaskan, dewan merekomendasikan agar Pemerintah Kota Malang membuat perencanaan terkait target penyelesaian beberapa pasar yang sampai saat ini mangkrak pembangunannya serta belum jelas kapan akan diselesaikan dan dibangun kembali. "Seperti Pasar Blimbing, Pasar Gadang, dan Pasar Besar," katanya.

Dia pun berharap agar catatan berkaitan dengan pembangunan pasar rakyat itu menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota Malang. Sehingga pasar rakyat di Kota Malang dapat memaksimalkan perputaran ekonomi serta menjadi sunber pendapatan asli daerah yang besar bagi Kota Malang.

"Dari sekian banyaknya pasar rakyat, baru Pasar Oro-Oro Dowo yang mampu menunjang nilai perdagangan dan menambah penghasilan bagi pedagang," ucapnya.

Lebih jauh dia juga menyebut bahwa selama ini anggaran revitalisasi pasar rakyat masih terlalu kecil jika dibanding dengan kebutuhan dari masing-masing pasar itu sendiri. Sehingga ke depan dia berharap agar revitalisasi pasar menjadi program prioritas dan yang diunggulkan.

Sementara berkaitan dengan perkembangan teknologi yang ada sekarang, Trio berharap pemerintah segera menuntaskan masterplan atau perencanaan terpadu pembangunan pasar rakyat dan pasar modern di Kota Malang.

"Sehingga, salah satu revitalisasi yang ditetapkan nantinya juga berkaitan dengan pengelolaan pasar yang lebih modern serta berbasis teknologi informasi," pungkasnya.