Arema saat melawan Persebaya pada ajang pramusim 2015 (istimewa)
Arema saat melawan Persebaya pada ajang pramusim 2015 (istimewa)

Arema dan Persebaya ternyata pernah disatukan oleh apparel Specs pada ajang pramusim tahun 2015 lalu. Yakni jersey dengan motif yang sama persis, hanya beda warna sesuai warna kebesaran masing-masing.

Rivalitas antara Arema dan Persebaya sudah tidak perlu ditanyakan lagi, di persepakbolaan nasional kedua tim tersebut memiliki histori panjang terkait rivalitas. Bahkan bukan hanya tim, suporter setia kedua tim juga memiliki rivalitas tinggi dan jika membicarakan rivalitasnya kedua tim tersebut, tentu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Namun di balik keseruan rivalitas kedua tim sesama Jawa Timur itu, masih memiliki nilai positif yang pernah ditorehkan salah satu apparel asal Indonesia yakni Specs.

Ya, Specs secara tidak langsung membuat tim asal Malang dan Surabaya ini terlihat kompak ketika mengenakan jersey dengan motif yang sama itu.

Dari warna, memang kedua tim jelas memiliki warna kebesaran yang berbeda. Arema sendiri sangat lekat dengan warna biru dan Persebaya memiliki warna kebesaran hijau.

Namun di sisi motif kedua tim sangat mirip, bisa dilihat dari lengan sebelah kanan ada sebuah motif seperti batik. Di jersey Arema, motif batik itu berwarna merah sementara di jersey Persebaya motif tersebut memiliki warna hijau muda.

Lalu, juga ada garis melintang secara melengkung dari lengan sebelah kanan ke lengan sebelah kiri. Untuk warnanya motif itu sama seperti motif batik pada lengan sebelah kanan.

Pada ajang pramusim 2015 tersebut Arema masih dikomandoi oleh pelatih kepala (Alm) Suharno dengan asisten pelatih Joko Susilo. Sementara Persebaya sendiri masih dipegang oleh Rahmad Darmawan sebelum akhirnya pindah ke Persija dan digantikan oleh Ibnu Grahan di kompetisi Indonesia Super League (ISL).

Sementara untuk pemain, Arema masih diperkuat pemain seperti Victor Igbonefo, Fabiano Beltrame, Sengbah Kennedy, Yao Ruddy hingga Kurnia Meiga. Lalu untuk Persebaya saat itu banyak diperkuat oleh alumni Timnas Indonesia U-18 seperti Evan Dimas, Putu Gede Juni Antara, M. Hargianto, Zulfiandi hingga Ilham Udin Armain.

Di balik kesamaan pada jersey itu, kedua tim masih memiliki rivalitas tinggi di atas lapangan. Namun di sisi suporter, rivalitasnya tersebut berkurang karena kedua tim berkutat pada permasalahan yang sama yakni dualisme.