Rektor UB, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS. (Foto: istimewa)
Rektor UB, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS. (Foto: istimewa)

Sebelumnya, menjawab pergerakan Amarah Brawijaya (Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya) yang protes terhadap kebijakan kampus di masa Covid-19, pihak Rektorat Universitas Brawijaya (UB) Malang memberi bantuan kuota untuk mahasiswa Bidikmisi dan UKT golongan 1. 

Kini, UB memberikan bantuan lagi berupa subsidi pulsa sebesar Rp100 ribu untuk melancarkan kegiatan kuliah daring.

Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS mengatakan bahwa subsidi tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa bidikmisi atau tidak mampu.

"Langkah yang pertama kita lakukan adalah mengecek jumlah mahasiswa tidak mampu. Berdasarkan data yang saya dapat ada sekitar 12 ribu mahasiswa tidak mampu," ucapnya belum lama ini.

Namun demikian, lanjutnya, bentuk subsidi tersebut tidak langsung diberikan dalam bentuk uang.

"Tidak langsung diberikan dalam bentuk uang karena itu justru akan menyalahi aturan pertanggungjawaban," kata Nuhfil.

Bentuk subsidi diberikan dalam bentuk pengisian pulsa. Pihaknya akan bekerjasama dengan provider seperti XL, Telkomsel, dan Indosat untuk melakukan pengisian pulsa tersebut.

"Hari ini kita bekerjasama dengan tiga provider. Nomer mahasiswa kita serahkan ke provider. Nanti si mahasiswa tinggal pilih nomer mana yang akan dipakai," jelasnya.

Sebelumnya, UB juga bekerjasama dengan provider memberikan kuota 30 Giga bagi mahasiswa dan dosen untuk menunjang pembelajaran daring.

Selain memberikan bantuan dalam bentuk pulsa, UB juga memberikan bantuan kepada mahasiswa yang berada di Malang dalam bentuk sembako ataupun pembagian makanan gratis bagi yang tinggal di asrama.

"Saya berharap lembaga kemahasiswaan bisa bekerjasama dengan WR III dan untuk para dosen bisa menggunakan waktu pembelajaran daring dengan sebaik-baiknya, seperti membatasi video dan memberlakukan jadwal ujian bagi siswanya," tandasnya.