Foto muhlis/jatimtimes/sekda bondowoso
Foto muhlis/jatimtimes/sekda bondowoso

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso merasionalisasi anggaran sebesar 50 persen dari total anggaran belanja yang sudah dialokasikan pada APBD tahun 2020.

Hal ini merupakan instruksi pemerintah pusat. Dimana 50 persen anggaran dari hasil rasionalisasi akan dialihkan untuk penanganan wabah virus corona atau Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso Saifullah mengatakan, bahwa langkah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat ini memang berat. Karenanya Saifullah meminta semua Dinas untuk mengerjakan kegiatan prioritas setelah anggaran ditarik 50 persen.

"Kalau Juni Covid-19 masih terus seperti ini mungkin kita perlu tambahan lagi," ucapnya seusai rapat anggaran penanganan Covid-19 di ruang rapat Sekda Kabupaten Bondowoso.

Lanjut Saifullah, penarikan anggaran tersebut mengakibatkan pembangunan terhambat. Namun, infrastruktur yang memerlukan pembangunan tahun ini tidak bisa ditunda, misalnya jembatan di jalan Panjaitan yang sudah mulai bergetar.

"Itu kalau tidak dibangun tiga bulan ini pasti ditutup," ujarnya.

Rasionalisasi atau refokusing dan realokasi berpedoman pada SKB Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor 119/2813/SJ dan no 117/KMK/07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian APBD Tahun Anggaran 2020 dalam rangka Penanganan Covid-19 serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional.

Selain itu, jelang Hari Raya Idul fitri 1441 H, pejabat eselon 2 dipastikan tidak dapat menerima Tunjangan Hari Raya. Namun hal tersebut tidak berdampak apapun dibanding pemotongan anggaran daerah oleh pusat.

"Makanya saya bilang nggak usah ekspansi dulu terhadap kegiatan. Bertahan hidup dulu aja," pungkas Saifullah.