Foto istimewa: walikota sedang meninjau lokasi pembangunan wisata kuliner
Foto istimewa: walikota sedang meninjau lokasi pembangunan wisata kuliner

Kota Madiun terus menggeliat memacu potensi potensi yang ada salah satunya adalah rencana pembangunan wisata kuliner.saat ini pembangunan fisik yang bermuara pada peningkatan ekonomi terus berjalan di kota Madiun salah satunya pembangunan sentra kuliner di Jalan Rimba Darma. layaknya pembangunan lanjutan pedestrian Jalan Pahlawan dan taman sumber umis. pembangunan sentra kuliner sudah mulai dikerjakan sepekan terakhir 


"proyek fisik banyak yang dipangkas untuk penanganan konflik 19 tetapi untuk proyek yang berkaitan dengan perekonomian tetap berjalan kata Walikota Madiun saat meninjau lokasi pembangunan yang berada di Jalan Rimba Darma Kamis 30/4/2020.


Walikota sengaja meninjau pembangunan di awal pengerjaan.hal itu dilakukan untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan yang direncanakan. apalagi pekerjaan masih dalam tahap penggalian minipile atau tiang pancang,proses pemasangan box culvert.

Berikutnya Sungai maling di Jalan Rimba Darma tersebut akan ditutup bok culvert yang super besar dengan maksud bagian atasnya akan digunakan untuk berjualan.namun fungsi salurannya tetap sama bahkan justru akan semakin lancar dan kuat.

"atasnya nanti bisa dipakai untuk kuliner makanya kita pasang box culvert "jelas Maidi


Walikota menambahkan bahwa lokasi wisata tersebut akan terlihat luas didepan sebab lebar jalan mencapai 12 meter dengan bagian bahu jalannya, sedang areal berjualan selebar 7 meter dan panjangnya mencapai 1 km.

Walikota memang berencana menutup bagian atas Sungai hingga pasar bunga di barat kawasan Stadion Wilis, bahkan bisa sampai belakang SDN 1 klegen.

Dia memprediksi lokasi wisata kuliner itu bisa digunakan untuk 400 pedagang. Luar biasa keren.
Madiun yang di rencanakan menjadi ladangnya kota jasa maka keberadaan wisata kuliner akan menjadikan madiun lebih top dan keren.

Walikota juga bakal memprioritaskan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Diponegoro yang untuk saat ini masih banyak dijumpai pedagang berjualan diatas trotoar atau menggunakan bahu jalan.setelah lokasi wisata kuliner itu siap ditempati maka mereka di silahkan untuk menempati sebab Jalan Diponegoro harus steril dari pedagang yang menyalahi aturan,dan akan diberlakukan satu arah yaitu dari arah barat saja.

"Jalan Diponegoro sudah kelewat padat saat ini karenanya pedagang yang tidak sesuai aturan itu harus pindah ke tempat baru, ini adalah tempat pusat kuliner. pedagang yang dari Jalan Diponegoro tentunya kita utamakan terlebih dahulu akan tetapi Kalau tidak mau masih banyak yang mau mengisi" tegasnya .