Ilustrasi. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi. (Foto: Istimewa).

Jumlah pasien positif covid-19 di Kota Malang hingga kini tercatat 16 kasus. Sebanyak 8 pasien telah dinyatakan sembuh dan 8 lainnya masih dalam tahap perawatan isolasi.

Satu di antara pasien yang tengah dalam perawatan merupakan balita berusia 1 tahun yang berdomisili di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Karena kondisi klinis yang baik, pasien balita ini menjalani perawatan isolasi mandiri di rumah.

Sampai detik ini, dari mana balita ini terjangkit Covid-19 masih menjadi tanda tanya. Namun, proses tracing awal diketahui bahwa orang tua balita itu merupakan pedagang di Pasar Induk Gadang, Kota Malang.

"Kalau ibunya kan meracang di rumah. Informasinya, cuma punya lapak di Pasar Gadang. Lha yang sering di lapak itu bapaknya si anak itu," kata Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang dr Husnul Muarif, Kamis (30/4).

Kemudian, petugas kesehatan yang telah melakukan tracing terhadap keluarganya juga tidak menemukan adanya tanda-tanda pernah berkontak dengan pasien positif.

Bahkan hasil rapid test kepada keluarga pasien menunjukkan non-reaktif. Artinya tidak menunjukkan gejala atau tanda ada virus antibodi di dalam tubuh.

"Rapid test hasilnya semua non-reaktif. Tracing untuk mengetahui seberapa luas potensi yang menyebabkan anak tersebut tertular covid-19 sudah dilakukan. Dan informasi dari yang terdekat, selama ini tidak pernah ada kontak erat dengan pasien positif," imbuh Husnul.

Karena itu, proses terjangkitnya balita tersebut hingga kini belum bisa dipastikan. Sebab, siapa pun bisa menjadi yang menularkan virus covid-19.

Husnul menyebut penularan terhadap pasien covid-19 bisa terjadi dari beragam kemungkinan yang ada di sekitar. Baik dari lingkungan rumah ataupun yang lainnya. "Di rumah pun mungkin bisa (terjangkit). Mungkin juga pernah digendong orang lain atau kontak dengan orang lain juga bisa. Misal juga ayahnya baru pulang dari pasar juga bisa (karena habis berinteraksi dengan banyak orang). Jadi, masih ada kemungkinan-kemungkinan itu," jelas pria yang menjabat sebagai kabid pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang ini.

Karena balita masih berusia satu tahun, dalam proses isolasi mandiri, ia mengharapkan keluarga bisa menjaga physical distancing. Selain itu, tetap memakai masker saat di dalam rumah.

Sementara, berkaitan dengan pasien yang kemungkinan masih dalam tahap menyusu dengan ASI, Husnul nengimbau sang ibu untuk bisa menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Salah satunya, dengan selalu mencuci tangan dengan sabun saat sebelum dan sesudah menyusui.

"Jadi! karena ini balita, anggota keluarga yang lain harus bisa menjaga physical distancing-nya. Sekalipun ibunya yang paling dekat, tetap menjaga jarak dan pakai masker di rumah serta menjaga kebersihan dan cuci tangan di air mengalir," tandasnya.

Sementara itu, data kasus covid-19 di Kota Malang per tanggal 29 April 2020, ada penambahan di kategori ODR (orang dalam risiko) menjadi total 1.921. Kemudian OTG (orang tanpa gejala) juga naik menjadi 182 orang.

Sedangkan ODP (orang dalam pantauan) sebanyak 708. Rinciannya, 188 masih dalam tahap pemantauan dan 520 orang sudah selesai dipantau.

Lalu PDP (pasien dalam pengawasan) totalnya 165 orang. Yang meninggal dunia sudah sebanyak 10 orang serta 70 orang telah selesai dalam pengawasan atau sembuh. Sementara, 85 orang saat ini masih menjalani perawatan.