Wali Kota Malang Sutiaji (berkopyah) saat menyerahkan kartu bantuan sosial secara simbolis kepada warga terdampak Covid-19, Rabu (29/4). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (berkopyah) saat menyerahkan kartu bantuan sosial secara simbolis kepada warga terdampak Covid-19, Rabu (29/4). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali menyalurkan Bantuan sosial (Bansos) bagi warga terdampak Covid-19. Total ada 1.825 paket yang dibagikan pada tahap ini. Rinciannya, sebanyak 1.431 dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan 394 dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.

Penyerahan bansos secara simbolis dilakukan Wali Kota Malang Sutiaji dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Rabu (29/4).

"Ini tersasar dari sektor inputnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meliputi PKL-PKL yang ada di sekolah-sekolah. Kamudian, dari temen-temen pegiat seni, dari Disporapar itu menyasar PKL-PKL yang ada di nightmarket dan pasar tugu," ujar Sutiaji.

Program bansos bagi warga terdampak Covid-19 senilai Rp 300 ribu yang dibagikan ini berbentuk 'Kartu Bantuan Sosial'. Setiap warga yang mendapatkan kartu, bisa melakukan pencairan uang ke Bank Jatim mulai hari ini dengan menunjukkan kepada petugas.

Sutiaji menambahkan, program pencairan bansos memang disalurkan setiap bulan satu kali selam tiga bulan ke depan.



Hal itu untuk mengantisipasi bentuk penyalahgunaan uang yang dikhususkan untuk pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat terdampak Covid-19.

"Iya (satu bulan sekali). Jadi harapannya, kenapa per bulan, ini kan untuk mencukupi kebutuban hidup. Tidak boleh untuk kebutuhan yang lain," imbuhnya.

Ke depan program bansos ini juga masih akan ada penambahan. Mengingat dari pemerintah pusat menyalurkan sekitar 41 ribu bagi warga di Kota Malang. "Kuota kita tambah Insya Allah. Rupa-rupanya kan kemarin dari pusat itu, nanti kita tambah sekitar 20 ribu lagi untuk penerima bansos," terangnya.

Dalam kesempatan kali ini, bantuan sosial juga diberikan oleh KORPRI (Korps Pegawai Republik Indonesia) Kota Malang. Setidaknya, ada 350 paket sembako yang dibagikan kepada para warga terdampak lainnya. 

Paket bantuan KORPRI ini berisi beras 5 kg, minyak goreng, mie sedap dan juga masker. Pendistribusian paket sembako tersebut akan didistribusikan kepada Camat di semua Kecamatan di Kota Malang khusus untuk warga yang membutuhkan di wilayahnya.

Sekretarsa Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto menyatakan bantuan ini di luar dari program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Hal tersebut murni dari kepedulian KORPRI Kota Malang di tengah pandemi Covid-19.

Sasaran dari penerima bantuan sembako tersebut, ditentukan oleh masing-masing Camat di Kota Malang untuk warga yang benar-benar dirasa membutuhkan.

"Ada kas KORPRI itu yang kita ambil senilai Rp 35 jutaan dalam rangka untuk peduli Covid-19 kepada waega Kota Malang, ada 350 paket. Untuk sasarannya, itu kita serahkan ke pak Camat, silahkan menentukan mana yang sekiranya layak untuk mendapatkan bantuan. Ini sifatnya lebih kepada sosialnya teman-teman ASN," tandasnya.