Ratusan bis Harapan Jaya terparkir di garasinya di jalan MT Haryono (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Ratusan bis Harapan Jaya terparkir di garasinya di jalan MT Haryono (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Untuk memutus penyebaran covid-19, sejumlah daerah mulai menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala besar). Wilayah DKI Jakarta sudah menerapkan sejak 24 April lalu dan disusul oleh wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik pada hari ini, Selasa (28/4/2030) hingga 14 hari ke depan.

Dampak dari penerapan PSBB, sejumlah transportasi masal seperti bus menuju wilayah PSBB dilarang. Akibatnya sejumlah perusahaan transportasi di Tulungagung harus mengandangkan seluruh armadanya.

Seperti perusahaan transportasi bus Harapan Jaya yang terkena dampak langsung dari PSBB ini. Perusahaan ini hanya melayani perjalanan ke Surabaya dan Jakarta. Akibatnya seluruh armada berjumlah 250 bus harus dikandangkan.

“Seluruh bus dan awaknya enggak jalan dulu,” ujar Manajer Operasional P.O Harapan Jaya, Iwan Sugiono, Selasa (28/4/2020).

Dengan kondisi ini, omzet perusahaan turun hingga 100 persen. Sejak merebaknya covid 19 lalu, perusahaan bus dengn ciri putih bernuasana oranye itu sudah mengalami penurunan omzet dan terus memburuk saat PSBB ini. Awal pandemi, penuruan sudah mencapai 90 persen.

“30 bus trayek Jakarta omzetnya 9 juta per bus perhari, sedang trayek Surabaya 2 juta perhari per bus,” terang Iwan.

Saat ini pihaknya hanya menjalankan pengiriman paket, dengan 3 armada. Untuk armada paket ke Jakarta disiapkan 1 bus yang jalan 2 hari sekali, sedang ke Surabaya disediakan 2 mobil elf.

Disinggung adakah bantuan yang diberikan pada awak bus yang terpaksa tidak bekerja, Iwan menjelaskan saat ini masih dilakukan pendataan oleh Dinas Perhubungan Provinsi. “Ini masih didata,” ujar Iwan.

Dirinya berharap agar kondisi ini segera berakhir, sehingga seluruh busnya bisa beroperasi dan awaknya juga bekerja seperti biasanya.