Ruliyono, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi (tengah) Saat Memimpin Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi Di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Ruliyono, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi (tengah) Saat Memimpin Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi Di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Keputusan DPRD tentang rekomendasi disusun dengan cara menyandingkan dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016 – 2021, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2019 serta Kebijakan Umum maupun Prioritas dan Plafon APBD Tahun Anggaran 2019. 

Disamping itu juga diambil dari berbagai sumber pengawasan DPRD baik yang berupa kegiatan tinjau lapang, rapat hearing maupun surat masuk pengaduan dari berbagai elemen masyarakat. 

Begitulah yang disampaikan M Ali Mahrus, salah seorang wakil Ketua DPRD dalam acara Rapat Paripurna DPRD melalui Video Conference (Vicon), Selasa 28 April 2020.

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Ruliyono, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi dan dihadiri langsung oleh Bupati Banyuwangi yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) dan beberapa pimpinan SKPD. Selain itu juga diikuti oleh para anggota dewan baik yang ada di Ruang Rapat Paripurna Gedung utama DPRD Banyuwangi maupun melalui Video Conference (Vicon).

Acara Rapat Paripurna dewan juga diikuti oleh para kepala SKPD, Camat, Lurah/Kepala desa (Kades) dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI) yang dibangun dan dikembangkan oleh Pemkab Banyuwangi dalam program Smart Kampung.

Adapun agenda rapat paripurna adalah, Penyampaian Keputusan DPRD tentang Rekomendasi atas diajukan LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Tahun Anggaran (TA) 2019 dan Pengambilan Keputusan DPRD atas diajukan Raperda: Raperda tentang Penanggulangan Kemiskinan dan Raperda tentang Pemberian Insentif Penyelenggaraan Penanaman Modal.

M Ali Mahrus dalam kesempatan tersebut antara lain menyampaikan, bahwa secara makro capaian kinerja Pemkab Banyuwangi untuk Tahun Anggaran 2019 sudah cukup baik. 

"Hal ini dapat kita lihat dari beberapa indikator yang capaian kinerjanya sudah dapat memenuhi target. Aksesbilitas pelayanan bidang pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya capaian kinerjanya telah mampu memenuhi target," ucapnya.

Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2019 masih cukup tinggi, diatas pertumbuhan ekonomi Provinsi maupun Nasional. 'Walaupun diketahui bersama bahwa perekonomian nasional bahkan dunia kondisinya belum begitu membaik," imbuhnya.

Kemudian, pendapatan per kapita warga Banyuwangi terus meningkat dari Rp. 20,8 juta pada tahun 2010 menjadi Rp. 51,80 juta per orang per tahun. 

Pun dengan infrastruktur pelayanan publik, sosial maupun ekonomi secara kualitas kinerjanya terus meningkat dan telah mampu memenuhi target.

Lebih lanjut Mahrus menambahkan, program pemberdayaan masyarakat serta pembangunan yang berwawasan lingkungan terus mengalami perkembangan yang sangat positif dan telah mampu memenuhi target.

“Keberhasilan capaian kinerja beberapa indikator diatas, tidak lepas karena didukung oleh tata pemerintahan yang baik dan bersih. Semua pilar ( Bupati dan jajaran-nya, masyarakat ) saling bahu membahu bersinergi dan berkolaborasi demi terwujudnya masyarakat Banyuwangi yang semakin sejahtera,” jelas politisi asal Kecamatan Singojuruh itu.