Petugas saat berupaya mengevakuasi jenasah Sadani yang ditemukan meninggal di Sungai Brantas (Foto : Istimewa)
Petugas saat berupaya mengevakuasi jenasah Sadani yang ditemukan meninggal di Sungai Brantas (Foto : Istimewa)

Sehari setelah dinyatakan hanyut terbawa arus sungai, Sadani warga Muharto, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang akhirnya ditemukan meninggal dunia, Senin (27/4/2020).

Muhammad Sahrul Mustofa, selaku relawan Tagana Kabupaten Malang, menjelaskan jika jasad wanita 52 tahun itu ditemukan terdampar di Sungai Brantas kawasan Semanding, Kecamatan Kepanjen, pada hari Senin (27/4/2020) petang.

”Informasinya korban merupakan warga Kota Malang, sesaat setelah mendapatkan laporan petugas gabungan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad korban,” kata Mustofa.

Ceritanya, Senin (27/4/2020) sore sekitar pukul 16.00 WIB, salah satu warga setempat yang tinggal di kawasan Kepanjen, Kabupaten Malang melihat ada tubuh seorang wanita yang tergeletak di bebatuan Sungai Brantas.

Merasa curiga, pria yang semula hendak memancing ikan di Sungai Brantas tersebut, bergegas menghampiri tubuh wanita itu. Setelah memastikan jika korban tidak bernyawa, kejadian itupun akhirnya dilaporkan ke perangkat desa setempat.

Mendapat laporan, petugas gabungan dari Polsek dan Koramil Kepanjen, BPBD (Badan Penanggulangan Bencan Daerah), PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Muspika Kepanjen, Tagana, serta para relawan dikerahkan ke lokasi kejadian.

Dengan dibantu warga, petugas gabungan yang dikerahkan ke lokasi kejadian, bergegas mengevakuasi jenazah wanita yang diketahui bernama Sadani tersebut. 

”Usai dievakuasi jenazah langsung dibawa ke rumah duka, sebelumnya pihak keluarga yang mendapat kabar juga mendatangi lokasi kejadian dan memastikan jika jasad yang ditemukan adalah anggota keluarganya,” terang Mustofa saat dikonfirmasi usai mengevakuasi jenasah.

Terpisah, Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo, menuturkan jika korban dikabarkan hanyut terbawa arus sungai disekitar rumahnya pada hari Minggu (26/4/2020).

”Informasinya, sebelum ditemukan hanyut korban sempat meninggalkan rumah tanpa pamit pada Minggu (26/4/2020) subuh, sekitar jam 04.30 WIB,” kata Utomo.

Beberapa jam kemudian, salah satu tetangganya yang bernama Mulyono sempat mendengar suara korban meminta tolong. Merasa curiga, saksi akhirnya bergegas ke sumber suara dan sudah mendapati korban hanyut terbawa arus sungai.

”Dari keterangan beberapa saksi, tetangganya sebenarnya sudah sempat menolong korban. Tapi karena sungainya deras dan dalam, warga akhirnya tidak bisa menyelamatkan korban,” terang Utomo.

Hingga Minggu (26/4/2020) malam, keluarga beserta tetangga korban masih berupaya mencari keberadaan nenek yang dikaruniai 3 orang cucu tersebut. Namun, hingga keesokan harinya (Senin 27/4/2020) pagi, keberadaan korban yang tak kunjung ditemukan membuat anggota keluarganya memilih untuk membuat laporan ke Polsek Kedungkandang.

Beberapa jam setelah menindaklanjuti laporan tersebut, petugas gabungan mendapat informasi jika tubuh korban ditemukan terdampar di Sungai Brantas dalam keadaan meninggal dunia.

”Kabarnya jenasah sudah dalam proses pemakaman. Pihak keluarga menolak jika dilakukan otopsi, dan bersedia membuat surat pernyataan jika korban meninggal murni karena musibah,” tutup Utomo.