Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau aktivitas di Pasar Induk Gadang Kota Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau aktivitas di Pasar Induk Gadang Kota Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Pemkot Malang).

Menyusul seorang pedagang di Pasar Induk Gadang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) usai hasil rapid test menunjukkan reaktif, sejumlah pedagang hari ini (Senin, 27/4) diperiksa petugas kesehatan.

Sejumlah pedagang itu diperiksa meski, pasien yang diketahui sebagai warga Kabupaten Malang tersebut belum dinyatakan sebagai pasien positif Covid-19. Hal itu ditempuh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang karena tidak mau mengambil risiko yang lebih besar.

Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Mengingat situasi pasar rakyat yang banyak dikunjungi banyak orang.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, tahap awal ini ada 21 pedagang yang diperika petugas medis. Mereka merupakan pedagang yang lapaknya berdekatan dengan lapak pasien PDP tersebut. 

"Ya hari ini diperiksa, ada 21 pedagang untuk tahap awal ini," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Malang.

Dijelaskannya, sebanyak 21 pedagang tersebut sebelumnya sudah melalui proses pendataan oleh petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Dari pemeriksaan awal ini, nantinya akan menentukan apakah para pedagang harus menjalani rapid test atau tidak.

Sementara, berkaitan dengan kondisi pasien PDP, saat ini masih menjalani perawatan isolasi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). Dan hingga saat ini masih menunggu hasil uji swab. 

"Swab sudah dilakukan, tapi hasilnya belum turun," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Malang berencana melakukan rapid test kepada para pedagang yang memang memiliki gejala untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Namun, hal itu memang tidak bisa serta merta segera dilakukan mengingat proses pengadaan alat yang masih cukup sulit.