Apel Sebelum Patroli Gabungan TGT-PP Sabtu Malam (25/04/2020). (Foto:Necodemus Madiuntimes)
Apel Sebelum Patroli Gabungan TGT-PP Sabtu Malam (25/04/2020). (Foto:Necodemus Madiuntimes)

Pemerintah Kota Madiun terus melakukan kegiatan yang sifatnya imbauan rutin agar masyarakat selalu waspada ditengah pandemi Covid-19. 

Pasalnya, kebijakan melakukan physical distancing sepertinya tidak diindahkan oleh masyarakat. 

Hal ini karena masih banyak ditemukan warga yang berkerumun hanya untuk minum kopi di warung atau di taman.

Karenanya, Pemerintah Kota Madiun pada Sabtu (25/04/2020) malam melakukan patroli siaga Covid-19. 

"Untuk kali ini, sasarannya berbeda dengan patroli sebelumnya. Sasaran patroli kali ini ditargetkan kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker, masyarakat yang masih berkerumun di tempat umum seperti alun-alun, taman dan lain-lain," jelas Agus Tri, Sekdin Pol PP Kota Madiun.  

Dibuka dengan apel di halaman Balaikota Madiun pada pukul 20.00 WIB, patroli tersebut melibatkan jajaran Kodim 083/Madiun, Polres Madiun Kota, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PMI dan BPBD. 

Agus Tri mengatakan, bahwa upaya penekanan risiko penyebaran penyakit Covid-19 perlu kesadaran masyarakat. 

Melalui kerja sama yang baik antara masyarakat dengan pemerintah, diharapkan Kota Madiun dapat mempertahankan statusnya sebagai kota zero Covid-19.

Selain itu, patroli malam dilakukan karena tingginya angka pemudik yang nekat pulang ke Kota Madiun. 

Hal ini juga menyebabkan tingginya potensi untuk menularkan Covif-19. 

 

 

Semakin seringnya masyarakat mendengar imbauan dan merasakan tindakan preventif yang dilakukan oleh petugas, diharapkan dapat memberikan efek jera sehingga kesadaran masyarakat meningkat.

Kabag Ops Polres Madiun Kota Kompol Gatot menegaskan dalam apel tersebut, bahwa tindakan preventif akan dilakukan kepada masyarakat yang bergerombol dan tidak memakai masker. 

Sedangkan, untuk warung yang masih nekat memasang bangku (untuk makan di tempat) tetap akan dilakukan tindakan tegas oleh petugas.

Tindakan tegas tersebut dilakukan agar masyarakat tidak menganggap remeh virus tersebut, sehingga Kota Madiun dapat mempertahankan posisi zero Covid-19.