Ilustrasi pesawat. (Foto: Shutterstock).
Ilustrasi pesawat. (Foto: Shutterstock).

Menyusul kebijakan larangan mudik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)  yang mulai diberlakukan hari ini (Jumat, 24/4/2020), seluruh akses penerbangan di tanah air ditutup.

Kementerian Perhubungan secara resmi menutup sementara penerbangan penumpang ke dalam dan luar negeri terhitung mulai hari ini juga. Aturan itu berlaku untuk semua jenis pesawat, baik angkutan niaga berjadwal maupun angkutan charter.

Adanya kebijakan itu ikut dijalankan penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang. Namun, akses penutupan aktivitas penerbangan, baru akan diberlakukan mulai besok (Sabtu, 25/4/2020).

"Di Abdulrachman Saleh efektifnya mulai besok. Tadi, masih ada (aktivitas penerbangan). Kalau besok sudah tidak ada pesawat yang terbang ke Malang," ujar Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh, Suharno.

Dijelaskannya, semenjak kemunculan Covid-19 jadwal penerbangan di Bandara yang berada di kawasan Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu menurun. Untuk hari ini saja, sebelum masa penutupan akses penerbangan hanya ada tiga jadwal penerbangan.

"Biasanya 12 penerbangan, tapi kan akhir-akhir ini menurun drastis semenjak Covid-19 itu. Ya fluktuatif lah, ada 2, 3 atau 4 penerbangan. Sesuai permintaan pasar (penumpang pesawat)," imbuhnya.

Sementara, terkait dengan pemberlakuan tiket yang sudah terlanjur terjual semuanya diserahkan kepada kebijakan masing-masing maskapai.

"Itu sudah pure kewenangan dari airline (persoalan tiket). Apakah itu nanti di refund atau seperti apa macam-macam tergantung kebijakan masing-masing," terangnya.

Meski akses penerbangan ditutup sementara, namun untuk akses Bandara Abdulrachman Saleh tidak tutup. Pelayanan navigasi penerbangan tetap dibuka seperti biasa.

Hal itu, untuk mengantisipasi jika ada pesawat dengan penerbangan pengecualian di masa larangan mudik ini. Yaitu, penerbangan penerbangan untuk pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia, tamu, atau wakil kenegaraan, dan perwakilan organisasi internasional.

Selain itu juga penerbangan khusus repatriasi berupa pemulangan WNI maupun WNA, serta penerbangan operasional penegakan hukum, ketertiban dan pelayanan darurat kesehatan. Lalu, untuk penerbangan operasional angkutan kargo.

"Bandara tetap istilahnya terbuka. Bukan tutup. Untuk kedaruratan masih melayani. Istilahnya (jika ada penerbangan) diplomat, kenegaraan itu melayani. Terus untuk penunjang Covid-19. Istilahnya kita standby," tandasnya.