Tersangka berinisial ABA (baju tahanan motif garis) saat diringkus polisi usai beraksi sebanyak belasan kali (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Tersangka berinisial ABA (baju tahanan motif garis) saat diringkus polisi usai beraksi sebanyak belasan kali (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Pelaku pencurian di Kafe Malbourne, milik Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rimzah, akhirnya terkuak. Ternyata, pencurinya adalah remaja 16 tahun berinisial ABA. Meski masih bocah, namun aksi pencurian yang dilakukan sudah berulangkali. Pelaku berhasil ditangkap Polres Malang saat terakhir beraksi di wilayah Kecamatan Bantur, Rabu (22/4/2020). 

”Dia (pelaku) yang berinisial AB ini masih berusia 16 tahun, jadi masih diklasifikasikan sebagai anak-anak. Tapi dia (pelaku) sudah melakukan (pencurian) lebih dari 14 TKP (Tempat Kejadian Perkara),” kata Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat sesi rilis di Lapangan Satya Haprabu Polres Malang, Kamis (23/4/2020) sore.

Kapolres Malang menjelaskan, dari 14 TKP pencurian yang dilakukan pelaku ini 11 di antaranya terjadi di wilayah hukum Polresta Malang Kota. Sedangkan 3 sisanya, pelaku melancarkan aksi pencurian di wilayah hukum Polres Malang.

”Dari 3 TKP di antaranya, 2 kali dilakukan di daerah (Kecamatan) Bantur, dan satu lagi di (Kecamatan) Singosari,” jelas Kapolres Malang.

Berdasarkan catatan kepolisian, pelaku berinisial ABA ini merupakan spesialis pencurian. Bahkan, saat melancarkan aksinya pelaku juga tergolong sangat nekat. Sebab dari belasan aksinya, remaja kelahiran 22 Maret 2004 itu beraksi di lokasi yang terbilang ramai.

Dimana, untuk di wilayah Kota Malang, tersangka pernah beraksi di beberapa titik. Di antaranya terjadi di Kafe Malbourne, milik Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rimzah yang berlokasi di Lowokwaru. Kemudian toko klontong di dekat Pos Polisi di kawasan Masjid Sabilillah, Ruko di kawasan Jalan Suhat (Soekarno Hata). Warung di dekat rel kereta arah ke terminal Arjosari, rumah makan di dekat Kafe milik Wakil Ketua DPRD Kota Malang, depan Pasar Blimbing, rental PS (Play Station) di terminal Arjosari, warung makan dekat kampus ABM, toko di kawasan Plasa Araya, toko dekat LP Lowokwaru, dan beberapa lokasi lainnya di Kota Malang.

Sedangkan lokasi di Kabupaten Malang, pelaku pernah menyasar dua warung kopi yang ada di Kecamatan Bantur, dan Ruko di kawasan kampus ITN 2 yang ada di Kecamatan Singosari.

”Sebanyak 14 TKP itu dilakukan sekitar 8 bulan terakhir ini. Tersangka sendirian saat melancarkan aksinya, kebanyakan terjadi saat malam hari. Modusnya, tersangka membobol dinding dengan menggunakan linggis, kemudian menguras barang yang bisa dicuri,” jelas Kapolres Malang sembari menunjuk ke arah linggis yang disita polisi sebagai barang bukti.

Kelihaian pelaku saat melancarkan aksinya sepertinya sudah tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, sebelum berhasil diamankan polisi, pelaku sempat terekam CCTV (Closed Circuit Television), dan kepergok warga saat melancarkan aksinya. Meski begitu pelaku selalu berhasil meloloskan diri.

Seperti misalnya kejadian saat pelaku beraksi di sebuah warung yang ada di sekitar kampus ABM beberapa bulan lalu. Saat itu, meski berhasil membobol tembok, namun pelaku memilih kabur sebelum menguras barang milik korban lantaran ketahuan warga.

Mirisnya, walau sudah menjadi incaran polisi, namun pelaku malah kembali mengulangi perbuatannya di kawasan yang ada di sekitar lokasi saat dirinya dipergoki warga tersebut.

”Dari beberapa aksinya sebenarnya pelaku sempat terekam CCTV, bahkan rekamannya sudah viral. Tapi meski sempat teridentifikasi, namun baru bisa kami amankan setelah beraksi di (Kecamatan) Bantur kemarin (Rabu 22/4/2020),” ucap Kapolres Malang.

Sebagai informasi, salah satu video yang viral tersebut, adalah rekaman saat pelaku beraksi di Kafe Malbourne milik Wakil Ketua DPRD Kota Malang, pada 20 April 2020 lalu.

Jika dibredeli lebih rinci, barang yang dijadikan sasaran tersangka untuk dicuri meliputi perangkat elektronik, pakaian, sepatu, uang, rokok, buah-buahan, minuman kemasan, kopi sachet, mi instan, hingga air mineral.

Dari hasil penyidikan, tersangka juga mengaku tidak selalu berhasil membawa barang berharga saat melancarkan aksinya. Terbukti, saat beraksi di warung kopi yang ada di Kecamatan Bantur, remaja belasan tahun ini hanya mengambil uang Rp 3 ribu dan dua minuman teh dalam kemasan.

”Terhadap tersangka kami jerat dengan pasal tentang pencurian dengan pemberatan (Curat), sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 363 KUHP,” tutup Kapolres Malang dengan pangkat dua melati di bahu ini.