Hingga Pertengahan April, Pajak Restoran Dulang Pendapatan Rp 3 Miliar | Jatim TIMES

Hingga Pertengahan April, Pajak Restoran Dulang Pendapatan Rp 3 Miliar

Apr 22, 2020 18:45
Ilustrasi salah satu menu makanan yang disajikan di restoran yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Ilustrasi salah satu menu makanan yang disajikan di restoran yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Pandemi covid-19 memang berdampak pada berbagai sektor perekonomian. Tanpa terkecuali bisnis kuliner di Kabupaten Malang.

Meski demikian, capaian pajak yang dikelola oleh Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, tetap menunjukkan hasil yang signifikan. Salah satunya di sektor pajak restoran.

Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Dr Purnadi menjelaskan, jika selama pandemi covid-19 Sekitar 35 persen pajak restoran sudah terpenuhi. 

”Berdasarkan capaian hingga pertengahan bulan April ini, pajak restoran mendulang pendapatan hampir Rp 3 miliar,” ujarnya.

Dijelaskan lebih rinci, target pajak restoran tahun ini dipatok di angka Rp 8.009.600.000. Dari jumlah tersebut, hingga 17 April 2020 penghasilan pajak restoran sudah mencapai Rp 2.802.554.328.

”Jika dibandingkan dengan tahun lalu, target pajak restoran mengalami peningkatan hingga Rp 1 miliar lebih,” ungkapnya. 

Purnadi melanjutkan, pajak restoran ditarget Rp 7.000.675.000. Namun realisasinya, hingga akhir tahun 2019 lalu finish hingga Rp 8.591.754.259.

”Tahun 2019 lalu, pajak restoran mengalami surplus hingga nyaris 23 persen,” ujar mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini.

Walau, kerap mendulang pendapatan di atas target di tahun-tahun lalu, Bapenda Kabupaten Malang di tahun ini diajak berlari sprint untuk mencapai target. Pandemi covid-19 secara langsung telah membuat para pengusaha terdampak cukup hebat. Eksesnya tentu juga dengan pajak yang dibayarkan ke daerah pun ikut menurun dengan kondisi saat ini.

Hal ini juga dibenarkan Purnadi dengan situasi dan kondisi saat ini. ”Saat situasi corona saat ini, perekonomi memang mengalami perlambatan,” keluhnya.

Berdasarkan pantauan Bapenda Kabupaten Malang, himbauan physical distancing hingga arahan untuk Work From Home (WFH) membuat siklus perekonomian disektor kuliner menjadi lesu. Bahkan, tidak jarang dari para pemilik restoran memilih untuk membatasi bisnisnya untuk sementara waktu.

Dampaknya, pada bulan April ini pendapatan pajak restoran diprediksi hanya memperoleh sekitar Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. Padahal sebelum adanya wabah covid-19, setiap bulannya pajak restoran mampu memperoleh pendapatan rata-rata Rp 650 juta.

”Untuk pajak daerah yang sifatnya Self Assessment System, mungkin untuk sementara waktu akan dibayar sesuai omzet penjualan,” tutupnya.

 

Topik
Malang Berita Malang berita malang hari ini Pajak Restoran Pandemi Covid 19 bapenda kabupaten malang Dr Purnadi

Berita Lainnya