Sebuah Bus AKAP Mangkal Di Terminal Bus Purboyo Madiun.
Sebuah Bus AKAP Mangkal Di Terminal Bus Purboyo Madiun.

Dampak Covid-19 turut dirasakan oleh sektor transportasi salah satunya Terminal Purboyo Madiun. Berdasarkan Laporan Bulanan Terminal Tipe A Purboyo Kota Madiun, Terminal kedatangan penumpang untuk Bus AKAP Per Maret 2020 sekitar 188 ribu lebih. Namun sampai 19 April 2020 ini, jumlah penumpang belum sampai menyentuh angka 26 ribu.

Jika pada Maret 2020 Bus AKAP memberangkatkan penumpang sekitar 192 ribu lebih, kini hanya memberangkatkan 26 ribu penumpang per 19 April 2020. Angka tersebut cukup drastis penurunannya. Sedangkan untuk kedatangan hanya sekitar 25 ribu saja. Itu baru laporan data Penumpang kedatangan maupun keberangkatan Bus AKAP, belum lagi Bus AKDP yang mengalami penurunan drastis yang hanya tinggal 20% tidak lebih bahkan bisa diperhitungkan kurang dari 20%.

Namun melalui angka tersebut Komisaris Suyatno Kepala Terminal Purboyo Madiun menyampaikan bahwa masyarakat sepenuhnya menyadari imbauan pemerintah “Sekarang yang terjadi memang sepi, tinggal 20% sekitarnya, mungkin itu pertanda masyarakat sudah sadar wabah ini berbahaya,” kata dia.

Komisaris Suyatno Kepala Terminal Purboyo Madiun

Namun memang para pemudik sudah banyak yang melakukan mudik pada bulan lalu sebelum gencarnya himbauan mudik dan sebelum Presiden Joko Widodo ketok palu mengenai keputusan mudik yang akhirnya dilarang. Hal tersebut dapat dilihat pada laporan bulanan terminal pada Maret lalu angkanya cenderung melonjak tinggi, sedangkan April ini justru menurun drastis.

Seperti yang kita ketahui bus AKAP adalah bus yang digunakan untuk mengangkut penumpang antarprovinsi, berbeda dengan bus AKDP yang hanya digunakan untuk mengangkut penumpang dalam satu provinsi.

Pada bulan Maret lalu keberangkatan untuk bus AKDP per Maret 2020 mencapai angka 61 ribu lebih, dan kedatangan mencapai angka 60 ribu lebih. Sedangkan untuk kedatangan bus AKDP per April mencapai 5 ribu lebih dan keberangkatan mencapai angka 6 ribu lebih per 19 April 2020 ini.

Dengan menurunnya angka kedatangan maupun keberangkatan sudah dapat dipastikan bahwa untuk mudik lebaran tahun ini pasti akan berbeda dengan tahun lalu. “Puasa nanti juga dipastikan sepi, ini saja angkanya sudah menurun drastis. prediksi kita angka mudik lebaran pasti turun drastic dari tahun yang lalu,” tambah Suyatno.