M. Yanuarto Bramuda, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. (Nurhadi/Banyuwangi Times)
M. Yanuarto Bramuda, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. (Nurhadi/Banyuwangi Times)

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi akan melakukan evaluasi dan koreksi atas target jumlah kunjungan wisatawan ke Banyuwangi. Evaluasi itu dilakukan karena adanya musibah penyebaran coronavirus disease 2019 atau covid-19 yang telah menjadi pandemi dunia.

Menurut M. Yanuarto Bramuda, kepala Dinas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, pihaknya akan melakukan evaluasi dan kajian ulang terkait program kepariwisataan Banyuwangi. "Prioritas kami saat ini bukan bagaimana orang datang, tapi prioritas kami adalah penyelamatan orang. Jadi, fokus pada program penyelamatan sambil melaksanakan evaluasi kondisi destinasi wisata yang ada," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Bram itu  melanjutkan, selain melakukan program pembinaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga terus menyamakan persepsi dengan pengelola destinasi wisata dan kelompok sadar wisata (pokdarwis). Tujuannya untuk melakukan koordinasi, siapa tahu nanti pada saat libur Hari Raya Idul Fitri apabila kondisi sudah membaik, Banyuwangi sudah siap menerima wisatawan  yang datang.

"Artinya saat ini pemerintah memang betul betul fokus pada penyelamatan orang bukan bagaimana target untuk mendatangkan orang," imbuh Bram.

Target kunjungan wisatawan asing ke Banyuwangi sendiri sepuluh ribu orang. Sedangkan target wisatawan domestik 5,5 juta orang. "Artinya tentu ada koreksi karena ini kan masalah dunia. Kami tahu dan menyadari bahwa sehebat apa pun promosi Banyuwangi, kalau kondisi seperti ini, ya otomatis terdampak semuanya," ucapnya.

Bagaimana dengan program Banyuwangi Festival (B- Fest)? Menurut Bram, pemerintah tentu akan mengkaji ulang. Yang jelas sampai bulan Mei, Banyuwangi sudah memutuskan menutup (hole) program B Fest tiga bulan. Yakni Maret, April, dan Mei karena itu mengundang banyak orang. Penutupan itu termasuk sebagai bentuk empati kepada dunia yang tengah berduka dengan adanya pandemi wabah covid-19.

Apakah ada rencana meniadakan seluruh gelaran B Fest tahun 2020? Bram menegaskan pihaknya melihat dan mempertimbangkan situasi  yang ada. "Kami akan melihat perkembangan situasi dan kondisinya. Makanya tadi beberapa karena melihat  pemerintah pusat sudah menetapkan masa tanggap darurat sampai  29 Mei 2020, Banyuwangi akan mematuhi dan mengikuti imbauan dari pemerintah," ujar dia.