Model busana dari Fashion Hijab Wud yang menjangkau semua kalangan muslimah. (Foto: instagram @fashionhijabwud)
Model busana dari Fashion Hijab Wud yang menjangkau semua kalangan muslimah. (Foto: instagram @fashionhijabwud)

Kemunculan pandemi Covid-19 turut meresahkan bagi pebisnis fashion, lantaran menurunkan omzet penjualan. 

Namun, hal itu tak menyurutkan kreatifitas mereka dalam menghadirkan produk baru untuk menggaet konsumennya. 

Pebisnis fashion muslim di Kota Malang, Fashion Hijab Wud ini misalnya. 

Meski tahun ini penjualan sepi, tetapi bisnis busana dan hijabnya tetap berjalan.

Pemilik Fashion Hijab Wud, Wilda Uliarosa Damayanti menyatakan pandemi Covid-19 memang membuat penjualan fashionnya tak seramai tahun sebelumnya. Padahal, jelang ramadhan dan lebaran biasanya konsumen banyak yang mencari pakaian muslim baru.

"Sangat berdampak pada penjualan, di tahun-tahun sebelumnya penjualan fashion untuk lebaran sangat diminati dan sangat diburu tetapi tahun ini terasa sangat berbeda. Ditambah lagi adanya pengumuman salat tarawih, salat ied ditiadakan mungkin membuat orang berfikiran tidak ada lebaran di tahun ini mending tidak membeli baju lebaran," ungkapnya.

Selain konsumen yang menurun, penyediaan bahan untuk membuat produk busana miliknya juga terkendala. Keterbatasan kain dari distributor yang biasa ia pesan, hingga proses pengiriman yang juga tersendat.

"Biasanya penjualan jelang ramadhan bisa lebih dari 1000 pcs, ini bulan Maret lalu menurun sekitat 700 pcs saja. Kendala bahan juga terkadang harus inden beberapa hari dulu karena ada beberapa pabrik tutup. Pengiriman di beberapa wilayah ada keterlambatan karena waktu pengiriman juga sudah dibatasi," imbuhnya.

Mensiasati itu, alumni Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang ini mengatakan lebih meningkatkan komunikasi dengan customer. Seperti, untuk ikut sistem PO (Pre Order) karena harus menunggu bahan tersedia. Selain itu, juga menghadirkan produk-produk busana baru yang bisa dipakai semua kalangan dari remaja hingga dewasa.



"Konfirmasi sama customer kalau mau nunggu nggak apa-apa, jadi tetap di proses tapi butuh waktu lebih lama selagi nunggu bahan ready. Terus, kita membuat model-model produk yang bisa dipakai semua kalangan biar banyak diminati. Tambahkan promo potongan harga, dan pemberian masker gratis juga," terangnya.

Seperti produk yang ia keluarkan menjelang ramadhan, ada baju couple ibu anak. Didesain simple namun tetap terkesan mewah, dan ada akses untuk ibu menyusuhi.

Kemudian, Bella Set yang didesain tetap elegan dengan warna-warna netral. Bisa dipakai untuk remaja, dan tetap bisa bagi ibu-ibu khususnya yang tengah menyusui. Lalu, konsep tunik yang mewah dengan bahan Tile Mix Velvet dengan taburan pearl and springkel yang diberi nama Agatha Tunik.

"Misal modelnya bisa disesuaikan untuk remaja, lalu untuk ibu-ibu (karena ada akses untuk menyusui). Terus, desain mewah tapi harga sangat terjangkau," katanya.



Wanita yang sudah menggeluti fashion sejak di bangku SMK atau sekitar tahun 2010 ini mengaku, konsep busana yang dihadirkan kali ini untuk memudahkan para ibu saat masa menyusui. Sehingga, tetap bisa memakai baju yang cantik tanpa ribet memakai apron.

"Akses menyusui untuk para ibu yang masih menyusui dan susah mencari baju busui yang tetap menutup aurat. Jadi tidak perlu memakai apron menyusui tetapi tetap bisa menyusui dimanapun dan kapanpun. Kalau ada yang request tanpa akses busui juga bisa, desainnya bisa menyesuaikan," jelasnya.

Tak hanya itu, menjelang lebaran mendatang ia sudah memikirkan konsep busana baru. Yaitu, dengan mebghadirkan couple pasangan dan anak. Khusus untuk perempuan, baju ala Malaysia berkonsep kurung akan ia hadirkan.

"Iya, baju couple nanti akan dihadirkan. Konsepnya ala melayu, seperti baju kurung. Jadi baju muslim yang anggun saat dipakai lebaran nanti," tandasnya.

Tak hanya baju formal saja, Fashion Hijab Wud juga mebghadirkan produk busana casual. Kemudian berbagai model hijab, mulai dari pasmina, segi empat, pleated shawl, hingga hijab instan.