Salah Seorang Warga Dalam Gotong-Royong Di Waduk Ubalan. (foto:Dodik/MadiunTIMES)
Salah Seorang Warga Dalam Gotong-Royong Di Waduk Ubalan. (foto:Dodik/MadiunTIMES)

Imbauan pemerintah untuk di rumah saja bukan berarti membuat produktivitas mandek. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, masyarakat Desa Paras Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngaw masih tetap berinovasi.

Mereka melakukan revitalisasi bangunan terbengkalai bekas kolam untuk dijadikan destinasi wisata. Bekas kolam yang ada di atas tanah kas desa peninggalan yang sudah lama tidak terurus itu kini jadi bangunan rusak. 

Para pemuda yang diprakarsai oleh Suparno, berkoordinasi dengan ketua BPD Harno akhirnya membentuk kelompok Paguyuban Gali Potensi yang beranggota 19 orang.

Menurut keterangan Suparno yang juga menjadi Ketua Paguyuban Gali Potensi (PGP), rencananya bangunan kolam atau yang sudah lama tak terurus itu akan diperbaiki  dengan menambal bagian yang rusak. 

Selain itu, di sekitar kolam yang oleh warga disebut Waduk Ubalan tersebut, akan dibuatkan gasebo dan disediakan kios warung. 

"Memang saat ini masih belum bisa digunakan. Tapi harapannya nanti tempat ini jadi tempat wisata setelah Covid-19 mereda," paparnya.

Suparno atau yang akrab dipanggil Kenci ini menyebut, pengerjaan kolam tersebut telah dilakukan sejak Minggu (29/3/2020) lalu. Secara gotong royong, warga memperbaiki jalan dengan ditimbun tanah uruk, dilanjutkan membersihkan kolam yang luasnya 600 m2 dengan cara menguras dengan menggunakan 2 mesin pompa air.

Menurut Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Eko Putro sandjojo tahun 2020 ini akan merubah arah Penggunaan Dana Desa lebih dominan untuk pengembangan desa wisata.

Menurut keterangan Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo tahun 2020 ini pemerintah mengubah arah penggunaan Dana Desa lantaran pembangunan infrastruktur dibeberapa desa sudah cukup memadai.

“Hasil pembangunan itu sudah bisa menjadi modal pengembangan lokasi wisata yang ada di desa,” ungkapnya, dikutip dari CNN Indonesia.

Ia melanjutkan bahwa perubahan paradigma pembangunan dilakukan agar lebih berdampak langsung ke masyarakat. Selain mengubah arah penggunaan pemerintah juga akan memberikan tambahan Dana Desa untuk pengembangan lokasi desa wisata.

“BUMDes dan desa wisata kami push khususnya BUMDes di pariwisata. Akan banyak penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.