Jenis kembang api yang dijual bebas menjelang puasa (foto : Ilustrasi)
Jenis kembang api yang dijual bebas menjelang puasa (foto : Ilustrasi)

Warga Balung Lor yang tinggal di Jalan Madura, belakangan ini merasa resah dan khawatir, menyusul adanya gudang penyimpanan kembang api yang ada di wilayah tersebut, hal ini disampaikan oleh beberapa warga yang tinggal disekitar lapangan Balung.

“Kami khawatir dengan adanya gudang kembang api yang ada di sini, soalnya dulu pernah mendengar berita di Tanggerang, gudang petasan meledak dan menewaskan beberapa orang, saya khawatir kalau nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi menjelang puasa, coba dicek mas, apa ada izinnya gudang tersebut, sepertinya ini bukan penjual biasa, tapi lebih mirip distributor,” ujar Jefri warga sekitar.

Jefri juga mengatakan, bahwa selama ini pemilik gudang juga tidak pernah meminta tanda tangan persetujuan dari warga sekitar. “Kami juga tidak pernah dimintai persetujuan kalau bangunan ini dijadikan gudang kembang api, padahal kalau terjadi apa-apa, misal ledakan, saya yakin kami akan sangat terdampak,” ujar Jefri was-was.

Saat wartawan Jatim TIMES menelusuri izin gudang penyimpanan kembang api kepada Pemerintah Desa Balung Lor, pihak kepala desa mengatakan, bahwa dirinya tidak mengetahui soal legal atau tidaknya gudang kembang api yang ada di wilayahnya.

“Kalau izinnya saya kurang tau mas, itu wewenang ada di pihak kepolisian, setahu saya, gudang kembang api di situ sudah ada sebelum saya menjadi kepala desa,” ujar Kepala Desa Balung Lor Imam Mustofa.

Ketika disinggung soal pemberitahuan pemilik kembang api kepada pemerintah desa? Imam mengatakan, bahwa selama ini belum pernah ada surat pemberitahuan atau tembusan terkait gudang kembang api tersebut. “Selama ini, kami tidak pernah mendapat surat tembusan maupun pemberitahuan terkait keberadaan gudang kembang api,” ujar Imam.

Sedangkan Sinyo, pemilik gudang kembang api, saat dikonfirmasi ini melalui sambungan telepon, kepada wartawan mengatakan, bahwa keberadaan gudang kembang api miliknya sudah mengantongi ada izinnya dari polisi. “Ada izinnya kok mas, saya setiap tahun mengurusi izinnya ke Polsek dan Polres,” ujar Sinyo singkat.

Sementara Kapolsek Balung, AKP. Miftahul Huda, saat dikonfirmasi media ini terkait apakah gudang kembang api yang ada di wilayah hukumnya tersebut sudah memiliki izin dari pihak kepolisian? “Setahu saya belum ada mas, nanti coba akan kami cek nanti lagi,” ujar Kapolsek.

Kapolsek juga menambahkan, bahwa selama ini, untuk proses perizinan kewenangan bukan di Polsek, tapi ada di Polda maupun pusat, pihak Polsek hanya sebatas mengetahui dan melakukan pengawasan.

“Kalau kembang api yang dijual diameternya lebih dari 2 inci, ya harus mengantongi izin, kalau dibawah itu masih bisa dijual bebas, dan untuk izin penjualannya juga bukan di Polsek, tapi kewenangan ada di Polda atau di Pusat, Polsek hanya sebatas melakukan pengawasan saja, kalau memang nanti belum mengantongi izin, tentu akan kami lakukan penindakan,” pungkas mantan Kasatreskoba Polres Jember ini kepada wartawan. (*)