Prosesi peletakan batu pertama pembangunan Mini Block Office di area belakang Balaikota Malang oleh Wali Kota Malang Sutiaji, Kamis (9/4). (Foto: Humas Pemkot Malang)
Prosesi peletakan batu pertama pembangunan Mini Block Office di area belakang Balaikota Malang oleh Wali Kota Malang Sutiaji, Kamis (9/4). (Foto: Humas Pemkot Malang)

Pembangunan Mini Block Office atau Kantor Terpadu Mini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai digarap. Bangunan yang berada di bagian belakang Balaikota Malang ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Malang Sutiaji, Kamis (9/4). 

Meski pembangunan gedung yang direncanakan bertingkat empat lantai itu dilakukan di tengah wabah pandemi Covid-19, namun Pemkot Malang menargetkan bakal rampung akhir tahun 2020 ini.

"Rencananya, penyelesaian pembangunan dilakukan selama 270 hari kalender. Artinya, selesai kisaran bulan Desember 2020 jika dalam kondisi normal," ujar Sutiaji.

Hanya saja, dalam kondisi saat ini proses pengerjaan pembangunan memang tidak bisa sepenuhnya dilakukan oleh orang banyak. Maksimal hanya 30 petugas bangunan saja yang terlibat.

Namun, ia berharap hal itu tidak menghambat target yang diinginkan untuk selesai di akhir tahun. "Mudah-mudahan tetap bisa tepat waktu. Kalaupun mundur, kami minta segera lakukan komunikasi dengan yang berkompeten," imbuhnya.

Proyek pembangunan gedung yang berhasil dimenangkan lelang dengan biaya Rp 45,4 Miliar tersebut nantinya akan digunakan sebagai pusat perkantoran beberapa Perangkat Daerah (PD) Kota Malang yang selama ini sudah dianggap tidak layak.

Di antaranya Satpol PP Kota Malang, Bagian Perekonomian, hingga Bagian Umum. Bangunan block office mini yang akan dibuat setinggi empat lantai itu nantinya juga akan memiliki dua massa bangunan. Dimana akan ada ruang untuk kepentingan rapat PD maupun pertemuan lainnya. 

Sehingga dengan tempat baru tersebut diharapkan dapat mempermudah akses sekaligus memperpendek rentang kendali layanan kepada masyarakat dengan efektif dan efisien. "Itu nanti akan ditempati Satpol PP, perekonomian, SDA dan yang lainnya. Sehingga nanti akses layanan juga lebih efisien," tandasnya.