Kapolres Tulungagung,  AKBP Eva Guna Pandia saat serahkan bantuan masker pada Dandim Tulungagung. Letkol Inf. Kaharudin (foto: Joko Pramono/JatimTIMES)
Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia saat serahkan bantuan masker pada Dandim Tulungagung. Letkol Inf. Kaharudin (foto: Joko Pramono/JatimTIMES)

Polres Tulungagung dan Kodim Tulungagung bersiap menyambut kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMII) asal Tulungagung yang akan pulang hari ini. Sebanyak 156 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia dijadwalkan akan mendarat di Bandara Juanda Jawa Timur, sore ini, Selasa (7/4).

“Kita akan berkoordinasi dengan Disnaker, kita nanti juga akan melakukan pengecekan di perbatasan,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia selepas menyerahkan bantuan masker ke Kodim Tulunggagung.

Jika nantinya ditemukan ada PMI yang mempunyai gejala mirip Covid-19, maka pihaknya akan mengarahkan yang bersangkutan untuk diisolasi terlebih dahulu.

Selain itu pihaknya meminta pada babinsa dan babinkamtibmas untuk mendata PMI yang baru pulang. Masyarakat diminta aktif untuk melaporkan kepulangan warganya dari luar negeri agar bisa dilakukan pemantauan pada yang bersangkutan.

“Masyarakat jika ada warganya yang baru pulang dari luar negeri bisa melapor ke kita melalui Babinsa atau Babinkantibmas,” ujarnya lebih lanjut.

Sementara itu Plh Dandim Tulungagung, Letkol Inf. Kaharudin terkait kepulangan PMI dari Malaysia, pihaknya sudah menerima petunjuk dari komando atas untuk selalu memantau perkembangan di wilayahnya.

“Kita sudah memantau pergerakannya, namun sampai saat ini kita belum dapat informasi jumlah PMI asal Malaysia yang akan ke Tulungagung,” ujar Dandim.

Meski begitu pihaknya akan tetap melakukan penyekatan bersama Polres Tulungagung untuk mengantisipasi masuknya PMI yang berpotensi membawa Vovid-19.

Sebelumnya dilansir dari jatimtimes.com, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa telah mendapat kabar bahwa akan ada 156 PMI dari Malaysia asal Jatim yang mendarat di Bandara Juanda, jatim.

Pihakya telah siap melakukan serangkaian screening rapid test guna memastikan mereka dalam keadaan sehat sebelum kembali ke kampung halaman.

“Besok kita akan kedatangan Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia. Yang sudah terkonfirmasi besok sore akan landing di Juanda. Jumlahnya ada sebanyak 156 orang,” ucap Gubernur Khofifah di Grahadi , Senin (6/4) petang.

Para PMI yang sore ini akan mendarat tersebut akan langsung mendapatkan pemeriksaan standar prosedur Covid-19, seperti pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal gun.

Kemudian seluruh PMI sebanyak 156 orang tersebut akan dilakukan screening menggunakan rapid test Covid-19. Dari screening tersebut akan dilakukan klasifikasi apakah mereka masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), atau mungkin Orang Tanpa Gejala (OTG).

Jika di dalam pelaksanaan rapid test yang diberikan ternyata hasil tesnya negatif, akan dilihat lagi apakah mereka memiliki gejala klinis Covid-19 ataukah tidak. Jika ada gejala, PMI tersebut akan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Namun jika PMI sudah di-rapid test hasilnya negatif dan tidak ada gejala klinis Covid-19 maka mereka akan langsung diantarkan Pemprov Jawa Timur di titik-titik sesuai asal daerahnya dan langsung isolasi di desa selama empat belas hari,” tegas Gubernur Khofifah.

Mereka tetap dalam koordinasi masing-masing kepala desa untuk dilakukan isolasi mandiri atau observasi selama 14 hari penuh.

Dengan adanya sistem screening berlapis ini, gubernur perempuan pertama Jatim ini menyebutkan bahwa masyarakat yang ada di daerah asal PMI tidak perlu cemas. Namun para PMI juga harus ditegaskan untuk mematuhi standar prosedur yang diminta.

Termasuk utamanya isolasi mandiri bagi yang diperbolehkan kembali kampung halamannya. Dan di kampung halaman mereka juga akan dibekali kartu Health Alert Card (HAC) dan akan tetap dipantau puskesmas setempat.

Sesuai jadwal, para PMI tersebut akan tiba di Juanda diperkirakan tiba pukul 14.50 WIB dengan menggunakan maskapai Malaysia Airlines.

Selain menyiapkan teknis pemeriksaan dan screening para PMI, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa Pemprov Jatim juga sudah menyiapkan 150 bed di Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) untuk pelaksanaan observasi awal termasuk screening rapid tes.