Petugas saat memeriksa warga di posko pemeriksan covid-19 Kecamatan Junrejo. (Foto: humas Polres Batu)
Petugas saat memeriksa warga di posko pemeriksan covid-19 Kecamatan Junrejo. (Foto: humas Polres Batu)

Pemkot Batu berupaya membantu masyarakat yang terdampak wabah virus Covid-19. Jumlahnya ada 30 ribu kartu keluarga (KK) siap diberikan insentif selama 3 bulan ke depan.

“Kota Batu ada sekitar 70 ribu warga dengan sekitar 40 persen atau 30 ribu KK yang terdampak Covid-19 akan mendapat insentif setiap bulan mulai April," ucap Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Insentif itu akan diberikan berupa uang yang akan ditransfer uang sejumlah Rp 500 ribu. Yang diperkirakan pada Minggu ini akan terselesaikan.

“Penyaluran data dari tingkat RT, RW, lalu ke kelurahan, dikumpulkan warga yang terdampak. Minggu ini selesai, langsung ditransfer,” imbuhnya.

Sejumlah 30 ribu KK atau hampir 43,5 persen warga itu berasal dari berbagai sektor informal dan warga masyarakat yang terdampak Covid-19. Mulai dari buruh tani/penggarap, pekerja yang dirumahkan, pekerja harian, PKL/UMKM, tukang ojek dan sopir angkut, pengelola kantin sekolah.

“Kemudian yang terdampak itu juga pramuwisata/guide/pokdarwis dan masyarakat kurang mampu yang diluar data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial,” jelas istri Eddy Rumpoko itu.

Jika masing-masing kk itu menerima Rp 500 ribu, total anggaran yang dikeluarkan untuk jaring pengaman sosial sejumlah Rp 45 miliar. Jika pandemi itu belum selesai, Pemkot Batu juga akan mempersiapkan kembali di tiga bulan berikutnya.

“Kalau belum selesai wabah ini selama 3 bulan, tentunya akan kami melanjutkan untuk 3 bulan lagi. Tetapi semoga ini segera berakhir,” tutupnya.