Ilustrasi penipuan (Ist)
Ilustrasi penipuan (Ist)

Kasihan nasib dari Alif Bagus Saputra warga Jalan Condro Manis, Madiun. Niat baik menolong teman wanitanya ia justru menjadi korban kejahatan yang dilakukan teman wanitanya itu.

Kejadian tersebut bermula, ketika korban meminjamkan mobil miliknya kepada SA warga Lawang View Selatan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, yang berakhir ketidakjelasan kemana rimbanya mobil korban.

Bermula pada Kamis 27 Februari 2020. Sekitar pukul 16.00 wib korban ditelfon oleh pelaku yang mengatakan akan meminjam mobil korban pada Jumat 28 Februari 2020. 

Setelah itu, keesokan harinya, pelaku mengirimkan pesan WhatsApp kepada korban jika mobilnya akan dipakai.

Kemudian pada pukul 11.00 wib, pelaku kembali memberikan kabar kepada korban, jika mobil korban yang berada di kawasan Tasikmadu, Kecamatan Lowowkaru, Kota Malang telah ia bawa.

Saat itu korban tak mengira dan menaruh kecurigaan kepada pelaku dan berfikir sewajarnya pelaku merupakan teman yang sedang meminjam mobilnya.

Namun selang sehari setelah pelaku meminjam mobil, pelaku mendatangi korban dengan muka musam membawa kabar jika mobil korban telah dibawa kabur orang.

Saat itu, pelaku mengaku jika mobil korban telah dibawa kabur seorang pria bernama Suliadi. Namun korban tidak menjelaskan detail siapa Suliadi.

Kemudian pada keesokan harinya, korban kembali menghubungi pelaku, namun lagi-lagi pelaku tidak memberikan jawaban memuaskan.

Dari situ, korban yang merasa telah ditipu karena mobil miliknya tak jelas rimbanya, kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian pada 3 April 2020. Akibat kejadian tersebut, korban menderita kerugian sekitar Rp 185.000.000,.

Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati lagi. Pihaknya berharap masyarakat agar lebih waspada dan tidak sembarangan meminjamkan barang-barang berharga kepada seseorang, terlebih lagi orang yang baru dikenal.

Pihaknya juga menyampaikan, masyarakat yang memang menjadi korban kejahatan, agar segera melapor ke kepolisian untuk bisa segera ditindaklanjuti.

"Tentunya setiap laporan masyarakat akan kami tindaklanjuti sesuai prosedural. Yang terpenting hati-hati, jangan mudah percaya terhadap orang, lihat asal-usul atau latar belakangnya," pungkasnya.