Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia dengan mimbar konferensi bertuliskan #jagajarak, Senin (6/4/2020). (Foto: BNPB)
Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia dengan mimbar konferensi bertuliskan #jagajarak, Senin (6/4/2020). (Foto: BNPB)

Penambahan kasus positif Covid-19 mencapai angka di atas 200 pasien dengan persebaran akumulatif di 32 provinsi di Indonesia. 

Achmad Yurianto Juru Bicara Pemerintah mengenai Covid-19 menyebutkan bahwa terdapat penambahan daftar kasus pasien positif Covid-19 dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). 

"Kita dapatkan penambahan kasus baru konfirmasi positif Covid-19 dari pemeriksaan menggunakan metode PCR bukan pemeriksaan rapid test, sebanyak 218 kasus baru sehingga total menjadi 2.491 kasus," sebutnya saat Konferensi Pers di Kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Jakarta, Senin (6/4/2020) sekitar pukul 15.30 WIB.

Untuk persebaran 218 kasus baru positif Covid-19 sendiri tersebar di 20 Provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta (101), Sulawesi Selatan (30), Jawa Tengah (12), Jawa Barat (11), Banten (10), Sumatera Barat (10), Kalimantan Tengah (9), Kalimantan Utara (7), Bali (7), DI Yogyakarta (6), Nusa Tenggara Barat (3), Kalimantan Barat (2), Kalimantan Selatan (2), Sulawesi Utara (2), Jawa Timur (1), Kalimantan Timur (1), Sumatera Utara (1), Sulawesi Tenggara (1), Lampung (1) dan Riau (1).

Provinsi DKI Jakarta masih menduduki posisi pertama dengan penyumbang angka pasien positif Covid-19 serta Provinsi Kalimantan semua terdapat pasien positif Covid-19. 

Untuk pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan mengalami peningkatan 100 persen dari angka kemarin (5/4/2020) yang menujukkan 14 pasien berhasil sembuh. 

"Kemudian sembuh 28 orang sehingga total menjadi 192 orang," ucapnya. 

Sebarannya di empat provinsi di Indonesia, yakni Sulawesi Selatan (10), DKI Jakarta (9), Jawa Timur (8) dan Jawa Barat (1). Provinsi Sulawesi Selatan sebagai penyumbang angka kesembuhan dari Covid-19 yang terbanyak. 

Sedangkan untuk kasus kematian masih mengalami penambahan jumlah dan tembus di atas 200 orang meninggal dunia. 

"Kemudian masih ada pertambahan kasus yang meninggal sebanyak 11 orang, sehingga total menjadi 209 orang," tutur Achmad Yurianto. 

Sebarannya di lima Provinsi di Indonesia yakni, DKI Jakarta (4), Jawa Tengah (4), Jawa Barat (1), Sulawesi Selatan (1) dan Papua (1). 

Achmad Yurianto menjelaskan, bahwasannya hingga per (6/4/2020) pemerintah telah melakukan pemeriksaan spesimen kepada lebih dari 10.000 warga di Indonesia untuk menemukan orang yang terserang Covid-19.

"Berikutnya kami laporkan, bahwa per 6 April hari ini, kami sudah melaksanakan pemeriksaan spesimen terhadap 11.242 orang, dan 8.000 atau 80 persen diantaranya tidak terbukti positif Covid-19," jelasnya. 

Masyarakat juga terus diimbau untuk mematuhi anjuran dari pemerintah agar dapat membantu menekan angka penambahan dan kasus meninggal pasien Covid-19.

"Bahwa masyarakat adalah ujung tombak suksesnya Covid-19 ini. Tetap lakukan langkah-langkah jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, ini adalah hal-hal yang penting dan mendasar," tegas Achmad Yurianto. 

Achmad Yurianto juga menginformasikan bahwa salah satu bentuk keseriusan pemerintah menangani kasus Covid-19 di Indonesia yakni dengan terbentuknya Satuan Gugus Tugas Covid-19 di 27 provinsi dan 154 kabupaten/ kota.

"Apabila ini kita disiplin, kita kerjakan bersama-sama dengan saling mengingatkan maka kita yakin bahwa penularan ini akan bisa kita hentikan," tutupnya.