Petugas kesehatan memakai kelengkapan alat pelindung diri ketika simulasi kesiapsiagaan di ruang isolasi di Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC), Surabaya. (Foto: antara)
Petugas kesehatan memakai kelengkapan alat pelindung diri ketika simulasi kesiapsiagaan di ruang isolasi di Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC), Surabaya. (Foto: antara)

Pekerja medis merupakan garda terdepan dalam menangani pasien positif covid 19 saat di rumah sakit. Karena itu Pemkot Batu membantu dengan memesan 600 set Alat Pelindung Diri (APD).

“Saat ini APD ini masih dalam proses pemesanan. Melihat rumah sakit rujukan di Kota Batu ada di RSU Karsa Husada,” ucap juru bicara Gugus Tugas Penanganan covid 19 Kota Batu, M. Chori.

Melihat kebutuhan APD di rumah sakit sangat diperlukan sehingga ia mengimbau kepada masyarakat bisa memberikan bantuan kepada rumah sakit. 

“Dan kami Pemkot Batu juga berupaya memenuhi kebutuhan APD,” imbuhnya. 

Terpisah, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menambahkan kebutuhan Kesehatan selama 3 bulan mendatang dianggarkan mencapai Rp 13 miliar. 

Dana tersebut digunakan untuk pembelian APD, masker, hand sanitizer, desinfektan, rapid test, obat-obatan.

“Kemudian juga insentif tenaga medis dan tenaga pendukung, biaya shelter karantina, tempat istirahat medis, biaya pengobatan rumah sakit,” ucap Punjul, Minggu (5/4/2020). 

Sementara itu Direktur RSU Karsa Husada, dr. Tries Anggraini menjelaskan saat ini di Kota Batu sudah terdapat satu orang positif covid 19,  Alat Pelindung Diri (APD) masih dapat di-cover oleh rumah sakit tersebut. Namun, hanya bisa bertahan selama satu Minggu.

“Karena memang APD ini sekali pakai, kalau yang positif bertambah tentu itu tidak mencukupi. Tapi sejauh ini masih bisa sampai satu Minggu,” jelasnya.