Siswanto salah satu pengusaha tempe Kelurahan Kelun, Kota Madiun.
Siswanto salah satu pengusaha tempe Kelurahan Kelun, Kota Madiun.

MADIUNTIMES - Covid-19 memberikan dampak signifikan dalam berbagai sektor khususnya perekonomian. Salah satu dampak tersebut turut dirasakan sejumlah pengusaha tempe di Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun.

Sebanyak kurang lebih 35 warga kelurahan tersebut mencari sumber penghasilan sehari-hari dengan berprofesi sebagai pegusaha tempe.

Tempe merupakan makanan yang murah dan lezat. Namun demikian tempe ternyata memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Hal ini dikarenakan tempe berbahan dasar kacang kedelai yang kaya akan gizi dan sumber protein.

Berbisnis tempe merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan. Karena berkaitan dengan pokok pangan yang banyak digemari masyarakat terutama di Indonesia.

Siang ini Minggu (05/04/2020) wartawan MadiunTIMES  sengaja singgah di salah satu rumah warga pengusaha tempe Siswanto yang beralamat di Jalan Jenggolo Manik No.14 RT.19/05 Kelurahan Kelun kota Madiun.

"Sekarang ini kita hanya memproduksi 70 kg padahal biasanya kita bisa memproduksi 100 hingga 150 kg dalam sehari dan selalu habis,” tutur Siswanto menjelaskan.

Nyatanya Covid-19 juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian di berbagai sektor. 

Siswanto menjelaskan jika biasanya ia berani memproduksi banyak sekitar 100 hingga 150 kg sehari, namun semenjak dampak Covid-19 ini produksinya menurun.

Siswanto juga mengeluhkan harga bahan pembuatan tempe juga naik. Harga kedelai sebelumnya Rp 6300 per kilo sekarang naik menjadi Rp 8300 per kg. 

"Tak hanya itu harga plastik satu glondong sebelum wabah Covid-19 Rp 46 ribu sekarang jadi Rp 55 ribu "jelasnya.

Mayoritas masyarakat yang berprofesi sebagai pengusaha tempe tersebut berharap agar Pandemi Covid-19 segera hilang dan perekonomian segera pulih seperti semula.