Ilustrasi.(Foto : Ist/Goggle Images)
Ilustrasi.(Foto : Ist/Goggle Images)

Pasien dalam pengawasan (PDP) corona asal Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, dilaporkan meninggal dunia, Jumat (3/4/220) sekitar pukul 22.00 WIB.

 Pasien tersebut meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Blitar. Pasien masuk ke RSUD Ngudi Waluyo sejak 1 April lalu dengan gejala batuk, demam, dan sesak napas.

Kabar ini dibenarkan juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti. "Inalillahi, telah meninggal dunia PDP asal Kecamatan Ponggok  telah berpulang ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, semoga husnul khotimah", ungkap Krisna melalui pesan WhatsApp, Sabtu (4/4/2020).

Namun, Gugus Tugas Covid-19 belum merilis secara resmi penyebab kematian pasien. Krisna hanya mengatakan bahwa informasi detail akan segera disampaikan.  "Penjelasan secara detail akan segera kami sampaikan," ucapnya.

Pasien yang meninggal itu adalah seorang lelaki berusia 53 tahun dan merupakan  pejabat di Kemenag Kota Blitar. Sebelum dirawat di RSUD Ngudi Waluyo sebagai PDP, dia diketahui sempat mengikuti pelatihan petugas calon haji 2020 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada 9-18 Maret 2020.

Sementara, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dr Endah Woro Utami mengatakan, kondisi PDP tersebut  mengalami penurunan sejak pukul 12.00 WIB. Pihak rumah sakit kemudian langsung menghubungi pihak keluarga terkait kondisi pasien.

"Jadi, kondisinya menurun sejak pukul 12.00 WIB. Kemudian kami langsung menyampaikan kondisi pasien kepada anak pertamanya yang sejak awal selalu mengikuti perkembangan pasien melalui petugas medis," tuturnya.

Sebelum meninggal dunia, petugas medis RSUD Ngudi Waluyo telah melakukan swab test dan dikirim ke  Surabaya.