Banjir di Desa Ngadirejo capai ketinggian 50 sentimeter .Jumat malam (3/04/2020).
Banjir di Desa Ngadirejo capai ketinggian 50 sentimeter .Jumat malam (3/04/2020).

Desa Ngadirejo di Kecamatan  Wonoasri, Madiun, diterjang banjir setinggi 50 sentimeter pada Jumat (03/04/2020) malam. Bahkan  jalan alternatif Caruban-Madiun, tepatnya depan SDN Ngadirejo 02, terendam banjir dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter.

Banjir itu diakibatkan hujan disertai angin kencang yang mengguyur Kecamatan Wonoasri sekitar dua jam sejak pukul 16.00 sore. 

Hingga pukul 22:30 WIB, banjir yang menggenangi jalan alternatif tersebut belum juga surut sehingga membuat beberapa  pengendara sepeda motor yang hendak lewat dari Caruban ke  Madiun atau sebaliknya  putar balik. Namun juga ada yang nekat menerobos  sehingga akhirnya mogok di tengah banjir. 

Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun meninjau lokasi terjadinya banjir. 

Memang banjir sudah menjadi langganan warga Kecamatan Wonoasri, seperti Desa Ngadirejo tersebut. Setiap musim penghujan datang, banjir bisa empat sampai lima kali merendam desa. Bulan Desember 2019 lalu, banjir juga merendam desa dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter.

Karena itu, warga di sana butuh upaya konkret dari pemerintah untuk mencari solusi. Tujuannya agar banjir tidak lagi menggenangi Desa Ngadirejo.